06 Des

 Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa 5 Desember 2017 ditutup menguat 0,04% pada level 6000. Namun enam dari 10 sektor mengalami pelemahan dengan kontribusi pelemahan terbesar pada sektor properti konstruksi dan perkebunan. Investor asing net sell Rp 231,37 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah karena investor melakukan penilaian bagaimana dampak pemangkasan pajak terhadap laba emiten. Dollar AS melemah dan harga komoditas logam melemah. Penurunan harga tembaga mendorong koreksi pada saham sektor pertambangan. Sementara itu anggota parlemen di Senat dan DPR AS siap untuk mengerjakan perombakan pajak hasil kompromi, yang merupakan langkah kunci untuk menghasilkan UU penurunan pajak korporasi dan individu pada akhir tahun ini. Investor masih mengalihkan portofolio sahamnya dari sektor teknologi, yang telah mengalami kenaikan terbesar pada tahun ini, ke sektor yang dianggap berpotensi paling banyak mendapatkan keuntungan dari pemangkasan pajak yaitu diantaranya saham perbankan. Sementara itu data trade balance AS pada bulan Oktober semakin lebar defisitnya menjadi USD48,7 miliar dari bulan sebelumnya USD44,9 miliar. Indeks ISM sektor jasa bulan November turun menjadi 57,4 dari 60,1. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG bergerak dikisaran level 5910 - 6060

News & Analysis

POLY Anggarkan Capex USD10 Juta Tahun Depan

PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) pada tahun depan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD10 juta. Dana capex akan bersumber dari kas internal perseroan. Mayoritas dari dana tersebut atau sekitar USD7 juta akan dialokasikan untuk peremajaan mesin - mesin guna meningkatkan daya saing produk perseroan. Sisanya akan digunakan untuk peningkatan teknologi dan engineering yang ditujukan untuk revamping fasilitas purified terephthalic acid (PTA) di Karawang, Jawa Barat.

TMPI Selesaikan Proses Akuisisi Tambang Kedua

PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk (TMPI) melalui anak perusahaannya PT Agis Resources telah menyelesaikan proses akuisisi atas tambangnya yang kedua yang berada di Sumatera Barat. Tambang yang kedua ini memiliki luas hampir 2.500 hektar dengan cadangan emas berupa emas alluvial dan premier. Proses akuisisi dapat diselesaikan seiring dengan dikeluarkannya Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi pada konsesi tambang emas yang menjadi target Perseroan. Perseroan mengembalikan tambangnya yang pertama kepada pemilik awalnya dikarenakan kendala dilapangan sehingga tambang tersebut belum dapat dioperasionalkan. Karena pemilik konsesi tambang pertama dan kedua merupakan pihak yang sama, sehingga pembayaran yang telah Perseroan lakukan atas tambang yang pertama dialihkan sebagai pembayaran pada akuisisi tambang yang kedua ini.

Kisaran Bunga Obligasi ADMF Pada 6,15%-7,55%

PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) memberikan bunga obligasi kisaran 6,15% hingga 7,55% untuk penawaran Obligasi Berkelanjutan I Tahap I dengan jumlah pokok Rp1,3 triliun. Obligasi ini terdiri dari tiga seri yakni seri A dengan nilai Rp316 miliar dan bunga 6,15% per tahun dengan jangka waktu 370 hari, seri B senilai Rp893 miliar dengan bunga 7,45% dan jangka waktu 36 bulan, serta seri C dengan nilai Rp91 miliar dengan bunga 7,55% dan jangka waktu 60 bulan. Perseroan juga menawarkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2017 dengan nilai pokok Rp200 miliar yang terdiri dari tiga seri yakni seri A dengan nilai Rp90 miliar dengan bunga setara 6,15% dan jangka 370 hari, seri B senilai Rp55 miliar dengan bunga setara 7,45% dengan jangka 36 bulan serta seri C dengan nilai Rp55 miliar dengan bunga setara 7,55% dan jangka waktu 60 bulan.

PSSI Targetkan Pendapatan Tumbuh 20%

PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) menargetkan pendapatan tumbuh di atas 20% menjadi sekitar USD49 juta pada tahun ini. PSSI menargetkan dapat membukukan laba bersih lebih dari Rp 50 miliar. Pada tahun lalu, PSSI masih mencatatkan rugi. Tahun ini, PSSI dapat mengerjakan pengangkutan 30 juta tonase batubara. Tahun depan, diprediksi jumlah pengangkutan akan meningkat. Pelanggannya terdiri dari pelanggan domestik dan asing.

IBST Akan Beli 371 Menara Telekomunikasi STI

PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) telah menandatangani perjanjian pembelian aset dengan PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI). Pembelian aset ini membuat diharapkan mampu membuat kegiatan operasional perusahaan semakin baik. Untuk membeli 371 menara telekomunikasi milik STI ini, IBST perlu investasi sebesar Rp 389,5 miliar. Dana tersebut berasal dari internal perusahaan dan didukung oleh pinjaman dari bank.

INTA Alihkan Sahamnya di Petra Unggul Kepada Inta Daya Perkasa

PT Intraco Penta Tbk (INTA) mengalihkan sahamnya di PT Petra Unggul Sejahtera (PT PUS) kepada PT Inta Daya Perkasa (IDP) anak usaha tidak langsung melalui PT Sarana Infrastruktur dengan kepemilikan 99,9%. Adapun jumlah saham yang dialihkan sebanyak 68.124 lembar dengan nominal Rp1.000.000 per lembar atau setara 30% dari kepemilikan perseroan di PT PUS. Nilai transaksi sebesar Rp337.500.000.000. Perseroan melalui PT IDP akan memiliki portofolio bisnis strategis pada anak usaha di bidang ketenagalistrikan yang memiliki pendapatan yang berulang

Stock Pick

MEDC

Pada perdagangan kemarin saham MEDC menguat ditutup di 1025. Pergerakan saham MEDC selanjutnya diperkirakan pada kisaran 1010-1040.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak melewati level resisten 1040

BMRI

Pada perdagangan kemarin saham BMRI kembali ditutup menguat di level 7475. Pergerakan saham BMRI selanjutnya diperkirakan pada kisaran 7400-7550. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 7550

BBNI

Pada perdagangan kemarin saham BBNI kembali ditutup menguat pada level 8450. Pergerakan BBNI selanjutnya diperkirakan pada kisaran 8350-8550.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 8550

BBRI

Pada perdagangan kemarin saham BBRI menguat ditutup di 3350. Pergerakan saham BBRI selanjutnya diperkirakan pada kisaran 3310-3390.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak melewati level resisten 3390

ASII

Pada perdagangan kemarin saham ASII kembali ditutup menguat di level 8200. Pergerakan saham ASII selanjutnya diperkirakan pada kisaran 8100-8300. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 8300

ADRO

Pada perdagangan kemarin saham ADRO kembali ditutup menguat pada level 1780. Pergerakan ADRO selanjutnya diperkirakan pada kisaran 1760-1800. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 1800

BBTN

Pada perdagangan kemarin saham BBTN menguat ditutup di 3400. Pergerakan saham BBTN selanjutnya diperkirakan pada kisaran 3360-3440.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak melewati level resisten 3440

JSMR


Pada perdagangan kemarin saham JSMR kembali ditutup menguat di level 6425. Pergerakan saham JSMR selanjutnya diperkirakan pada kisaran 6375-6500. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 6500


Disclaimer :


This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Sekuritas. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Sekuritas and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Sekuritas, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, comissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Sekuritas 2017
Published on 2017-12-06 07:47:47 (GMT +7)

Global Info Regional

Global Info Currency

Global Info Commodity

NAME LAST CHG %
Crude Oil 37.82 0.55 1.48
CPO 2480 -6 -0.24
Nickel 8610 50 0.58
Tins 14655 60 0.41
Gold 1063.55 -5.44 -0.51
US Coal Daily 43.33 -0.57 -1.3
 

Links

INFO

PT. Waterfront Sekuritas Indonesia Terdaftar dan Diawasi Oleh



Yuk
Nabung Saham