07 Des

 Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 6 Desember 2017 ditutup menguat 0,58% pada level 6035. Sektor aneka industri mengalami kenaikan terbesar. Investor asing net sell Rp 451,6 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup mix, dimana indeks Dow Jones dan indeks S&P500 ditutup melemah sedangkan Nasdaq Composite menguat. Saham sektor teknologi mengalami rebound namun tidak cukup tinggi untuk mengungguli pelemahan pada saham sektor energi akibat koreksi harga minyak mentah. Pasar menantikan UU reformasi pajak hasil kompromi antara Senat dan DPR AS, yang menimbulkan kecemasan akan ketidakpastian dari hasil kompromi tersebut. Karena RUU yang lolos di Senat berbeda dengan di DPR AS. Harga minyak mentah melemah pada level terendah selama dua tahun terakhir akibat data cadangan minyak AS secara tak terduga mengalami kenaikan yang mengindikasikan permintaan kemungkinan melambat.itu Kongres AS juga menghadapi batas waktu penutupan pemerintahan AS pada hari Jumat jika gagal menyepakati anggaran yang diperlukan untuk operasional pemerintahan AS. Data ADP Employment AS bulan November menunjukkan penurunan penyerapan tenaga kerja sektor swasta menjadi 190 ribu dari bulan sebelumnya 235 ribu. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG bergerak dikisaran level 5910 - 6060

News & Analysis

MPPA Naikkan Jumlah Saham Rights Issue Menjadi 3 Miliar Saham

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menaikan jumlah saham yang akan diterbitkan melalui Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu V atau Rights Issue. Jumlah saham yang akan diterbitkan maksimal 3 miliar saham baru dari sebelumnya 2,3 miliar saham baru dengan nominal Rp50 per saham. Sementara itu dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan porsinya bertambah menjadi 35,81% dari 30,4% pada keterangan perseroan awal November lalu. Perseroan akan menggunakan dana hasil Rights Issue ini untuk pembayaran sebagian hutang perseroan dan modal kerja. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPS Luar Biasa pada 8 Desember 2017 mendatang.

JKON Tambah Modal Anak Usaha Rp40 Miliar


PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) memberikan tambahan modal kepada anak usahanya dengan kepemilikan 99,99% yakni PT Jaya Beton Indonesia (JBI). Suntikan modal itu dilakukan setelah perseroan pada 28 November 2017 mengambil bagian tambahan saham JBI sebesar 40.000.000 saham. Nilai transaksi pengambilan saham tersebut sebesar Rp40.000.000.000. Dana tersebut akan digunakan JBI untuk tambahan modal kerja yang antara lain digunakan untuk pembelian material untuk produksi termasuk peralatan pendukung operasional dan biaya operasional di bidang infrastruktur jalan tol.

LPKR Akan Jual Dua Aset di Yogyakarta Ke DIRE

PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) akan merealisasikan penjualan dua asetnya di Yogyakarta ke dalam Dana Investasi Real Estate atau DIRE pada akhir 2017. First REIT (FIRT) dan Lippo Mall Indonesia (LMRT) akan mengadakan Rapat Umum Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 Desember 2017. Forum tersebut bertujuan mendapatkan restu pemegang unit atas akuisisi bersama Lippo Plaza Jogja (LPJ) dan Siloam Hospital Yogyakarta (SHYG). Nilai akuisisi mencapai 88,1 juta dolar Singapura atau sekitar Rp834,6 miliar. FIRT dan LMRT merupakan perusahaan investasi yang berbasis di Singapura yang didirikan oleh LPKR. Fitch Rating menegaskan kembali credit rating LPKR ke BB- dengan outlook stabil pada 30 November 2017.

RALS Tambah Dua Gerai Baru Akhir Tahun Ini

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) akan mengeluarkan dana sebesar Rp 300 miliar pada tahun ini untuk membuka enam gerai baru. Sampai saat ini, RALS baru merealisasikan empat gerai baru. Perusahaan baru saja membuka gerai Ramayana Prime sebagai gerai ke-114. Selanjutnya, perusahaan akan menambah gerai lagi di BSD, dan Bekasi untuk menutup ekspansi tahun ini. Tahun ini 6 gerai baru dengan anggaran Rp300 miliar untuk enam gerai tersebut. Penjualan perseroan masih cukup kuat di Jabodetabek sehingga ekspansi gerai baru masih menyasar wilayah tersebut. Dibandingkan dengan area lainnya, same store sales growth (SSSG) masih menunjukkan tren positif di wilayah Jabodetabek.

TOWR Akan Bagi Dividen Interim Rp30/saham

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) akan membagikan dividen interim tahun buku 2017 sebesar Rp30 per lembar kepada pemegang sahamnya. Dividen interim tersebut akan dibagikan pada 22 Desember 2017 dimana cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 11 dan 12 Desember 2017 di pasar tunai 14 dan 15 Desember 2017 dengan DPS hingga 14 Desember 2017.

KMTR Akan Bagi Dividen Interim Rp25,45/saham

PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) akan membagikan dividen interim tahun buku 2017 kepada pemegang sahamnya sebesar Rp25,45 per lembar saham. Dividen interim tersebut akan dibagikan pada 20 Desember 2017 mendatang dengan cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 11 dan 12 Desember 2017 serta di pasar tunai 14 dan 15 Desember 2017 dengan DPS hingga 14 Desember 2017. Total dividen interim yang dibayarkan maksimal sebesar Rp195.550.000.000

Stock Pick

TLKM

Pada perdagangan kemarin saham TLKM kembali ditutup menguat di level 4200. Pergerakan saham TLKM selanjutnya diperkirakan pada kisaran 4150-4250. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 4250

BBNI


Pada perdagangan kemarin saham BBNI kembali ditutup menguat pada level 8525. Pergerakan BBNI selanjutnya diperkirakan pada kisaran 8425-8625.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 8625

BBRI

Pada perdagangan kemarin saham BBRI menguat ditutup di 3460. Pergerakan saham BBRI selanjutnya diperkirakan pada kisaran 3420-3500.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak melewati level resisten 3500

BBTN


Pada perdagangan kemarin saham BBTN menguat ditutup di 3380. Pergerakan saham BBTN selanjutnya diperkirakan pada kisaran 3340-3420.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak melewati level resisten 3420

BBCA


Pada perdagangan kemarin saham BBCA kembali ditutup menguat di level 21300. Pergerakan saham BBCA selanjutnya diperkirakan pada kisaran 21100-21550. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 21550

ASII

Pada perdagangan kemarin saham ASII kembali ditutup menguat pada level 8350. Pergerakan ASII selanjutnya diperkirakan pada kisaran 8250-8450.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 8450

ICBP


Pada perdagangan kemarin saham ICBP menguat ditutup di 8850. Pergerakan saham ICBP selanjutnya diperkirakan pada kisaran 8750-8950.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak melewati level resisten 8950

Disclaimer :


This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Sekuritas. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Sekuritas and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Sekuritas, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, comissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Sekuritas 2017
Published on 2017-12-07 07:24:07 (GMT +7)

Global Info Regional

Global Info Currency

Global Info Commodity

NAME LAST CHG %
Crude Oil 37.82 0.55 1.48
CPO 2480 -6 -0.24
Nickel 8610 50 0.58
Tins 14655 60 0.41
Gold 1063.55 -5.44 -0.51
US Coal Daily 43.33 -0.57 -1.3
 

Links

INFO

PT. Waterfront Sekuritas Indonesia Terdaftar dan Diawasi Oleh



Yuk
Nabung Saham