11 Jan

 Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 10 Januari 2018 ditutup melemah 0,03% pada level 6371. Sektor industri dasar menyumbangkan pelemahan terbesar. Investor asing net buy Rp100,76 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah setelah bergerak fluktuatif akibat kekhawatiran pasar bahwa China akan memperlambat pembelian obligasi pemerintah AS dan Presiden Trump akan mengakhiri perjanjian perdagangan NAFTA. Yield obligasi pemerintah AS naik pada level tertinggi selama 10 bulan terakhir setelah Bloomberg melaporkan bahwa China, yang merupakan pemegang obligasi pemerintah AS terbesar, sedang mempertimbangkan untuk memperlambat atau menghentikan pembelian obligasi pemerintah AS. Menambah sentimen negatif Reuters melaporkan Kanada semakin yakin bahwa Trump akan segera mengumumkan untuk keluar dari NAFTA. Jika hal tersebut benar dikhawatirkan akan menyebabkan dollar AS menguat dan laba emiten mengalami penurunan. Namun saham perbankan dan asuransi mengalami kenaikan karena diuntungkan oleh kenaikan yield obligasi dan kenaikan suku bunga. Sebaliknya sektor yang sensitif dengan kenaikan suku bunga seperti infrastruktur dan properti mengalami pelemahan terbesar. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG bergerak dikisaran level 6330 - 6420

News & Analysis


CLEO Masih Miliki Sisa Dana IPO Rp603,94 Juta

Sisa dana hasil IPO PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) hingga akhir Desember 2017 sebesar Rp603,94 juta. Dari IPO yang digelar pada April tahun lalu, perusahaan minuman ini meraih dana bersih Rp49,23 miliar dimana dana itu sudah digunakan sebesar Rp46,76 miliar untuk kebutuhan belanja modal dan Rp1,86 miliar untuk modal kerja. Dana hasil IPO tersebut kini berada dalam bentuk deposito di Bank Artha Graha dengan bunga 6,25% per tahun.

Pefindo Beri Peringkat idA Untuk TRIM


Pefindo memberikan peringkat idA untuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) dengan prospek untuk peringkat perusahaan stabil. Peringkat tersebut mencerminkan posisi bisnis perusahaan yang kuat, lini bisnis yang terdiversifikasi dengan baik dan permodalan yang kuat. Namun, peringkat ini dibatasi oleh volatilitas pasar modal yang kuat dan tingginya rasio beban terhadap pendapatan karena kompetisi yang ketat. Peringkat dapat naik jika perusahaan secara konsisten meningkatkan posisi bisnisnya, dan mengelola kinerja dan stabilitas profitabilitasnya.

Sisa Dana IPO MINA Sebesar Rp 7,93 Miliar

PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) masih menyimpan sisa dana hasil IPO sebesar Rp7,93 miliar hingga periode 31 Desember 2017. Dari hasil IPO yang digelar pada April 2017 lalu, perseroan meraih hasil bersih sebesar Rp24,6 miliar dimana dana itu sebesar Rp16 miliar sudah digunakan untuk membeli 41,5% saham pada PT Minna Padi Resort. Sementara dana sebesar Rp666,28 juta digunakan perseroan untuk modal kerja sehingga realisasi penggunaan dana mencapai Rp16,66 miliar. Sisa dana IPO tersebut kini disimpan di dalam bentuk deposito di CIMB Niaga dan Bank Mayapada dengan bunga di kisaran 5,75-6,00% dimana keduanya bukan merupakan perusahaan terafiliasi dengan perusahaan.

MDKI Masih Miliki Sisa Dana IPO Rp153,06 Miliar


PT Emdeki Utama Tbk (MDKI) baru menggunakan sebagian kecil dana hasil IPO yang digelarnya pada September tahun lalu yakni Rp22,22 miliar. Dana yang sudah digunakan itu untuk modal kerja produksi calcium carbida. Sedangkan sisa dana IPO masih sebesar Rp153,06 miliar dimana dana itu nantinya sesuai dengan rencana akan digunakan antara lain untuk pembangunan pabrik silica alloy dan pembangunan pabrik carbide desulphuriser serta modal kerjanya. Sisa dana hasil IPO itu sendiri kini disimpan di Bank BNI sebesar Rp129,55 miliar dalam bentuk deposito dan di rekening Bank Mandiri sebesar Rp23,50 miliar.

WIKA Targetkan Dana Pinjaman USD700 Juta dari CDB Segera Cair


PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan minggu ini dana pinjaman senilai USD700 juta (sekitar Rp9,38 triliun dengan asumsi kurs Rp13.400) segera cair dari China Development Bank (CDB),pendanaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. WIKA segera menyerahkan persyaratan pengajuan pinjaman kepada China Development Bank untuk pendanaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Perseroan tengah memperbaharui seluruh perizinan yang dipersyaratkan CDB untuk pengajuan pinjaman pendanaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Proses tersebut akan berlangsung hingga pekan depan.

WEGE Targetkan Order Book Sebesar Rp16,59 Triliun


PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) memproyeksikan kontrak dihadapi atau order book sebesar Rp 16,59 triliun tahun ini. Target tersebut naik 28,4% jika dibandingkan dengan tahun lalu. Order book ini terdiri dari target kontrak baru Rp 7,83 triliun dan kontrak carry over tahun lalu Rp 8,76 triliun. Komposisi perolehan kontrak baru tahun 2018 direncanakan berasal dari pemerintah 30%, BUMN 30% danswasta 40%.Untuk penjualan (termasuk penjualan KSO), WEGE menargetkan Rp 5,19 triliun atau naik 28,8% dari target tahun 2017 sebesar Rp 4,03 triliun. Target laba bersih tahun 2018 Rp 394,5 miliar, naik 38% dari target tahun 2017 sebesar Rp 285,8 miliar

Stock Pick

BBTN

Pada perdagangan kemarin saham BBTN kembali ditutup menguat di level 3610. Pergerakan saham BBTN selanjutnya diperkirakan pada kisaran 3570-3650. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 3650

CPIN

Pada perdagangan kemarin saham CPIN kembali ditutup menguat pada level 3250. Pergerakan CPIN selanjutnya diperkirakan pada kisaran 3210-3290.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 3290

ASII

Pada perdagangan kemarin saham ASII menguat ditutup di 8275. Pergerakan saham ASII selanjutnya diperkirakan pada kisaran 8175-8375.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak melewati level resisten 8375

BMRI

Pada perdagangan kemarin saham BMRI kembali ditutup menguat di level 7900. Pergerakan saham BMRI selanjutnya diperkirakan pada kisaran 7825-8000. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 8000

HRUM

Pada perdagangan kemarin saham HRUM ditutup menguat pada level 2460. Pergerakan HRUM selanjutnya diperkirakan berada pada kisaran 2430-2490. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 2490

ADRO

Pada perdagangan kemarin saham ADRO kembali ditutup menguat pada level 2210. Pergerakan ADRO selanjutnya diperkirakan pada kisaran 2180-2240. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 2240

ADHI

Pada perdagangan kemarin saham ADHI menguat ditutup di 2020. Pergerakan saham ADHI selanjutnya diperkirakan pada kisaran 2000-2050.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak melewati level resisten 2050

WSKT

Pada perdagangan kemarin saham WSKT kembali ditutup menguat di level 2510. Pergerakan saham WSKT selanjutnya diperkirakan pada kisaran 2480-2540. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 2540



Disclaimer :


This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Sekuritas. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Sekuritas and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Sekuritas, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, comissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Sekuritas 2018
Published on 2018-01-11 07:42:28 (GMT +7)

Global Info Regional

Global Info Currency

Global Info Commodity

Links

INFO

PT. Waterfront Sekuritas Indonesia
Memberikan layanan atas transaksi
Repurchase Agreement (REPO)"