12 Jan

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 11 Januari 2018 ditutup menguat 0,24% pada level 6386. Sektor pertambangan menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing net buy Rp 230,39 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah yang mendorong kenaikan harga saham sektor energi. Selain itu pasar optimis dengan earning season triwulan IV yang akan dimulai nanti malam dengan laporan keuangan JP Morgan dan Wells Fargo. Penguatan harga minyak mentah dipicu oleh data produksi dan cadangan minyak AS yang secara tak terduga mengalami penurunan. Menurut konsensus Reuters, rata-rata laba emiten dalam indeks S&P500 pada triwulan IV diperkirakan tumbuh 11,8%, yang terutama dipicu oleh kenaikan pada saham sektor energi. Sementara itu Presiden Fed New York menyatakan pemangkasan pajak dapat memicu ekonomi menjadi overheating. Optimisme akan ekonomi global yang lebih baik juga memicu indeks rebound. Dollar AS melemah dan penurunan harga obligasi pemerintah AS tertahan.itu kemarin dirilis data PPI yang menunjukkan laju inflasi tingkat produsen turun 0,1% setelah bulan sebelumnya naik 0,4%. Data initial claims naik menjadi 261 ribu dari 250 ribu. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG bergerak dikisaran level 6330 - 6420

News & Analysis

Per Desember, Biaya Eksplorasi TINS Rp181,93 Miliar

PT Timah Tbk (TINS) mengeluarkan biaya kegiatan eksplorasi untuk di darat dan dilaut hingga bulan Desember 2017 sebesar total Rp181.933.855.506. Biaya itu terdiri dari biaya operasional Rp126.576.861.056 dan biaya investasi Rp55.356.994.450. Kegiatan eksplorasi di laut mendapatkan sumberdaya tereka 20 ton, tertunjuk 218 ton dan terukur 11.011 ton. Sedangkan di darat mendapatkan sumberdaya tereka 87 ton, tertunjuk 12.327 ton serta terukur 19.117 ton.

Biaya Eksplorasi INCO Bulan Desember USD604.202

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menghabiskan dana sebesar USD604.202 untuk kegiatan eksplorasi bulan Desember 2017 yang masih berlanjut pada daerah-daerah dalam kontrak karya. Daerah eksplorasi di Blok Sorowako Outer Area dan Blok Sorowako di Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan, Blok Bahodopi di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah. Pelaksana eksplorasi oleh perseroan bersama dengan pihak ketiga yang melibatkan tiga kontraktor. Saat ini hasil pengujian sedang dalam proses penghitungan cadangan dengan metoda block modeling di Sorowako.

Produksi CPO DSNG Tahun 2017 Meningkat 29%

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menunjukan peningkatan signifikan pada produksi tanda buah segar pada tahun 2017 setelah pulih dari dampak El Nino di tahun 2015. Jumlah produksi tandan buah segar di tahun 2017 mencapai 1,55 juta ton naik 41,6% dibandingkan produksi sepanjang tahun 2016. Produksi CPO perseroan mencapai 403,6 ribu ton naik 29,4% dari produksi CPO tahun sebelumnya. Sedangkan volume penjualan CPO sepanjang 2017 mencapai 458 ribu ton naik 31,5% dibandingkan tahun sebelumnya dengan harga rata-rata jual hingga Desember 2017 mencapai Rp8,1 juta per ton naik 8,0% dibandingkan periode tahun sebelumnya yang Rp7,5 juta per ton. Hingga Desember 2017, perusahaan memiliki area tanam termasuk nukleus dan plasma mencapai 90.288 hektar dengan rata-rata usia 8,6 tahun.

Moody’s Tetapkan Peringkat Ba3 Pada TBLA

Moody's Investors Services menetapkan peringkat Ba3 untuk perusahaan industri perkebunan PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) dan rencana penerbitan obligasi global perseroan. Moody’s telah memberikan peringkat Ba3 terhadap pengajuan obligasi yang akan diterbitkan oleh TBLA International Pte. Ltd. Seluruh kepemilikan perusahaan itu berada di bawah TBLA, yang juga mendapatkan peringkat Ba3. Prospek rating ini adalah stabil. Obligasi yang diusulkan dijamin tanpa syarat dan tidak dapat dibatalkan oleh TBLA. Seluruh hasil bersih dari penerbitan obligasi tersebut bertujuan untuk melunasi atau mengurangi pinjaman yang sudah berlangsung.

KINO Masih Miliki Sisa Dana IPO Rp297 Miliar


PT Kino Indonesia Tbk (KINO) telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana (IPO) yang dilakukan pada 3 Desember 2015 senilai Rp498,74 miliar hingga akhir tahun lalu. Saat melakukan IPO, KINO berhasil mendapatkan dana segar senilai Rp796,41 miliar. Sehingga sisa dana dari hasil penawaran umum tersebut tercatat senilai Rp297,67 miliar. Perseroan telah melakukan pembelian merek atau pembelian aset atau penyertaan modal senilai Rp140,32 miliar. Untuk belanja modal, per 31 Desember 2017 perusahaan mengucurkan dana senilai Rp175,23 miliar, dan untuk keperluan modal kerja senilai Rp183,17 miliar.

PBRX Telah Gunakan 57,21% Dari Dana Rights Issue

PT Pan Brothers Tbk (PBRX) hingga 31 Desember 2017 telah menggunakan 57,21% dari hasil rights issue pada 2014 lalu. PBRX menerbitkan 3,39 miliar saham baru dan berhasil memperoleh dana segar sebesar Rp1,02 triliun. Sampai akhir tahun 2017 lalu, perseroan telah menggunakan Rp 246,5 miliar untuk pendirian PT Eco Smart Garment Indonesia, Rp 316,68 miliar untuk investasi dan penyertaan modal di anak usaha, serta Rp 29,22 miliar untuk peningkatan modal kerja. Dana sisa sebanyak Rp 419,81 miliar, dimasukkan ke dalam deposito rupiah maupun dollar Amerika Serikat (AS)

Stock Pick


AKRA

Pada perdagangan kemarin saham AKRA kembali ditutup menguat di level 6275. Pergerakan saham AKRA selanjutnya diperkirakan pada kisaran 6200-6350. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 6350

ADHI

Pada perdagangan kemarin saham ADHI kembali ditutup menguat pada level 2040. Pergerakan ADHI selanjutnya diperkirakan pada kisaran 2010-2070.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 2070

WSKT

Pada perdagangan kemarin saham WSKT menguat ditutup di 2560. Pergerakan saham WSKT selanjutnya diperkirakan pada kisaran 2520-2590.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak melewati level resisten 2590

ADRO

Pada perdagangan kemarin saham ADRO kembali ditutup menguat di level 2180. Pergerakan saham ADRO selanjutnya diperkirakan pada kisaran 2150-2210. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 2210

KLBF

Pada perdagangan kemarin saham KLBF kembali ditutup menguat pada level 1750. Pergerakan KLBF selanjutnya diperkirakan pada kisaran 1720-1770.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 1770

ASII


Pada perdagangan kemarin saham ASII menguat ditutup di 8250. Pergerakan saham ASII selanjutnya diperkirakan pada kisaran 8150-8350.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak melewati level resisten 8350

BBCA

Pada perdagangan kemarin saham BBCA kembali ditutup menguat di level 22700. Pergerakan saham BBCA selanjutnya diperkirakan pada kisaran 22450-22950. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 22950

INDF


Pada perdagangan kemarin saham INDF ditutup menguat pada level 7875. Pergerakan INDF selanjutnya diperkirakan berada pada kisaran 7775-7975.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 7975


Disclaimer :


This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Sekuritas. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Sekuritas and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Sekuritas, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, comissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Sekuritas 2018
Published on 2018-01-12 07:00:46 (GMT +7)

Global Info Regional

Global Info Currency

Global Info Commodity

Links

INFO

PT. Waterfront Sekuritas Indonesia
Memberikan layanan atas transaksi
Repurchase Agreement (REPO)"