12 Mar

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat 9 Maret 2018 ditutup melemah 0,15% pada level 6433. Sektor aneka industri menyumbangkan pelemahan terbesar. Investor asing net sell Rp937,92 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup menguat, yang dipicu oleh meredanya kekhawatiran akan meningkatnya inflasi dan naiknya suku bunga secara agresif setelah dirilisnya data nonfarm payrolls bulan Februari. Data nonfarm payrolls menunjukkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 313 ribu, naik dari bulan sebelumnya 239 ribu dan lebih baik dari estimasi 210 ribu. Namun tingkat upah naik 0,2% lebih rendah dari bulan sebelumnya 0,3%. Tingkat pengangguran tetap pada level 4,1%, lebih tinggi dari estimasi 4%. Data upah pekerja yang tidak sebesar sebelumnya meredakan kekhawatiran akan laju inflasi dan memberi ruang kepada The Fed untuk menaikkan suku bunga secara bertahap. Selain itu faktor positif juga berasal dari meredanya kekhawatiran akan potensi perang dagang serta mencairnya ketegangan nuklir dengan Korea Utara. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya CPI, retail sales, PPI, business inventories, Philadelphia Fed, housing starts, building permits, industrial production dan Mich Sentiment. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG bergerak dikisaran level 6400 - 6520


News & Analysis


BBTN Terbitkan EBA-SP Senilai Rp2 Triliun


PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) bersama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF melakukan kerja sama sekuritisasi aset KPR dengan menerbitkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP SMF-BTN04) senilai Rp2 triliun. EBA-SP SMF-BTN04 dengan rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) resmi listing secara perdana pada 9 Maret 2018. Pada transaksi tersebut, SMF berperan sebagai penerbit, arranger, dan pendukung kredit. Sedangkan BBTN, dalam hal ini berperan sebagai kreditur asal dan sebagai penyedia jasa (servicer), serta BBRI sebagai Wali Amanat dan Bank Kustodian.

EXCL Tidak Bagi Dividen


Manajemen PT XL Axiata Tbk (EXCL) memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2017. EXCL juga tidak membagikan untuk tahun buku 2016, dengan alasan perseroan masih membukukan rugi. Sepanjang 2017, perusahaan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp375 miliar. Perseroan memutuskan tidak membagikan deviden untuk tahun buku 2017 karena masih akan fokus menggunakan kas guna berinvestasi jaringan ke luar Pulau Jawa. Tahun 2018 EXCL menganggarkan belanja modal (capex) Rp7 triliun. Capex ini akan digunakan untuk melanjutkan investasi ke luar Pulau Jawa.

GGRM Akan Danai Pembangunan Bandara Kediri


PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mengusulkan pembangunan bandar udara (Bandara) Kediri, Jawa Timur. GGRMpemrakarsa tunggal sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR). Perseroan telah meminta izin ke Kementerian Perhubungan untuk membangun Bandara Kediri. GGRM menghibahkan pendanaan sebesar 100%. Agustus lalu, GGRM mendivestasi dua anak usahanya, PT Karyadibya Mahardhika dan PT Surya Mustika Nusantara kepada Japan Tobbacco Inc. Nilai yang diraih Gudang Garam Group mencapai USD 677 juta atau sekitar Rp 9 triliun.

Laba Bersih PGAS Tahun 2017 Turun 52%

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) tahun 2017 membukukan pendapatan senilai USD2,97 miliar atau meningkat 1,36% YoY dari pendapatan tahun 2016 yang sebesar USD2,93 miliar. Pendapatan PGAS tersebut terutama diperoleh dari hasil penjualan gas sebesar USD2.404,6 juta. Laba bersih PGAS pada tahun 2017 mencapai USD143,15 juta atau turun 52% dari laba tahun 2016.

SMDR Tambah Satu Armada Kapal Lagi

PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) kembali menambah armada kapalnya. Manajemen SMDR meresmikan sekaligus memulai pengoperasian perdana kapal baru yang diberi nama Sinar Penida. Kapal ini berjenis kapal pengangkut peti kemas dengan kapasitas sebesar 609 TEUs. Kapal ini merupakan kapal kedua yang diterima SMDR pada kuartal I 2018, setelah sebelumnya diresmikannya kapal Sinar Palopo pada awal Februari lalu. Kedua kapal tersebut akan melengkapi armada SMDR yang direncanakan untuk melayani rute domestik antar pulau di Indonesia. Kedua kapal merupakan seri pertama dari program pengembangan dan peremajaan armada SMDR pada tahun 2018.

AKRA Bekerja Sama Dengan Pelindo III Investasi Rp4,8 Triliun di JIIPE

PT AKR Corpindo Tbk (AKRA) bekerja sama dengan PT Pelindo III berinvestasi pada kawasan industri Java Integrated Industrial Ports and Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. Kedua belah pihak melakukan investasi mencapai Rp4,8 triliun. Untuk pembangunan pelabuhan, PT Berkah Manyar Sejahtera, AKRA memiliki porsi kepemilikan sebesar 40%, sisanya dimiliki oleh Pelindo III. Sedangkan di PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera atau Kawasan Industri, Pelindo III memiliki porsi 40% sedangkan AKRA mencapai 60%. Hingga saat ini perseroan telah memiliki izin untuk pelabuhan seluas 400 ha dan mengoperasikan seluas 85 ha. Untuk kawasan industri, perseroan sudah membebaskan hampir 1200 ha dan kawasan perumahan seluas 300 ha


Stock Pick

PTBA


Pada perdagangan kemarin saham PTBA kembali ditutup menguat di level 2890. Pergerakan saham PTBA selanjutnya diperkirakan pada kisaran 2860–2920. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 2920

ICBP

Pada perdagangan kemarin saham ICBP kembali ditutup menguat pada level 9000. Pergerakan saham ICBP selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 8900-9100. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 9100

BBNI


Pada perdagangan kemarin saham BBNI kembali ditutup menguat pada level 9350. Pergerakan saham BBNI selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 9250-9450. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 9450

BBCA


Pada perdagangan kemarin saham BBCA kembali ditutup menguat pada level 23300. Pergerakan saham BBCA selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 23100-23550. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 23550

TLKM


Pada perdagangan kemarin saham TLKM ditutup menguat pada level 4150. Pergerakan saham TLKM selanjutnya diperkirakan pada kisaran harga 4100-4200. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak melewati level resisten 4200

BSDE


Pada perdagangan kemarin saham BSDE kembali ditutup menguat di level 1800. Pergerakan saham BSDE selanjutnya diperkirakan pada kisaran 1780–1820. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 1820

SMRA


Pada perdagangan kemarin saham SMRA kembali ditutup menguat di level 1015. Pergerakan saham SMRA selanjutnya diperkirakan pada kisaran 1000–1030. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 1030


Disclaimer :
 
This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Sekuritas. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Sekuritas and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Sekuritas, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, comissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Sekuritas 2018
Published on 2018-03-12 08:00:34 (GMT +7)

Global Info Regional

Global Info Currency

Global Info Commodity

Links

INFO

PT. Waterfront Sekuritas Indonesia
Memberikan layanan atas transaksi
Repurchase Agreement (REPO)"