13 Mar

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin 12 Maret 2018 ditutup menguat 1,05% pada level 6500. Sektor pertambangan menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing net buy Rp110,95 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup mix, dimana indeks Dow Jones dan indeks S&P500 melemah akibat koreksi pada saham industri setelah Trump menandatangani pemberlakukan tarif impor baja dan aluminium pada pekan lalu. Sedangkan Nasdaq Composite menguat yang dipicu oleh kenaikan pada saham sektor teknologi. Saham industri mengalami tekanan karena tarif impor baja dan aluminium akan mendorong kenaikan biaya produksi dan menurunkan penjualan di luar negeri. Pelemahan saham Boeing dan Caterpillar, menjadi kontributor utama pelemahan indeks Dow Jones. Trump telah memberikan pengecualian pemberlakuan tarif impor terhadap Kanada dan Jepang. Saat ini negosiasi juga sedang berlangsung untuk memberikan pengecualian terhadap Uni Eropa dan Jepang. Dilain pihak kekhawatiran dampak tarif impor terhadap tenaga kerja mendorong optimisme bahwa The Fed akan tetap dengan proyeksinya untuk menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali tahun ini, tidak seperti yang dikhawatirkan sebelumnya akan naik sebanyak empat kali. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG bergerak dikisaran level 6440 - 6560

News & Analysis

INKP Berencana Terbitkan MTN Rp264 Miliar

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) telah menandatangani penunjukan PT Sinarmas Sekuritas selaku arranger dalam rangka penerbitan MTN perseroan senilai Rp264 miliar. MTN IV Tahun 2018 ini memiliki jangka waktu dua tahun dengan bunga sebesar 10,25%. Selain itu perseroan juga akan menerbitkan MTN V Tahun 2018 dalam mata uang dolar AS senilai USD40 juta dengan jangka waktu dua tahun dengan bunga 6%. Selain PT Sinarmas Sekuritas yang merupakan perusahaan terafiliasi sebagai arranger, PT Bank Negara Indonesia bertindak sebagai agen pemantau dalam penerbitan MTN tersebut dimana nantinya dana hasil MTN akan digunakan untuk modal kerja, belanja modal dan refinancing utang.

Anak Usaha DYAN Dirikan Perusahaan Bidang Marketing Digital

PT Dyandra Media Internasional Tbk (DYAN) pada 9 Maret 2018 melalui anak usahanya PT Visicita Imaji Semesta telah mendirikan perusahaan baru bernama PT Visi Sarana Media Digital. Modal dasar perusahaan baru ini Rp4.000.000.000. yang terdiri dari 4.000 saham bernominal Rp1.000.000 per lembar. Visicita Imaji Semesta memiliki 3.200 saham atau 80% senilai Rp3.200.000.000 dan PT Arthur Teknik Indoprima 440 saham atau 11% senilai Rp440.000.000. Praditya Nugraha 200 saham atau 5% senilai Rp200.000.000 dan Valdano Rizky 160 saham atau 4% senilai Rp160.000.000. Pendirian perusahaan baru ini untuk pengembangan usaha perusahaan di bidang digital marketing agency yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan di masa datang.

PTBA Targetkan Produksi Tahun Ini Tumbuh 17%

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan produksi batubara tahun ini sebesar 25,54 juta ton. Target produksi tahun ini naik sekitar 17% dibandingkan rencana produksi batubara tahun lalu yang sebesar 21,92 juta ton. Peningkatan target volume produksi sejalan dengan rencana perusahaan memproduksi batubara kalori tinggi. Tahun ini, PTBA menargetkan dapat memproduksi 2 juta-3 juta ton batubara berkalori 6.400-7.200 Kilokalori (Kkal). (PTBA) menganggarkan belanja modal sebesar Rp6,55 triliun tahun ini. PTBA akan menggunakan Rp 1,43 triliun dari capex akan untuk investasi rutin. Bukit Asam akan menggunakan Rp 5,12 triliun untuk investasi pengembangan.

KAEF Berencana Terbitkan MTN Rp600 Miliar


PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berencana menerbitkan Medium Term Note (MTN) Tahap II-2018 sebesar Rp600 miliar. Sebelumnya, KAEF juga telah merilis MTN Tahap I-2017 senilai Rp400 miliar. Hasil dana emisi MTN ini akan digunakan untuk mendukung belanja modal serta belanja operasional perusahaan tahun ini. Penerbitan MTN ini menguntungkan dan memberi sumber pendanaan yang lebih cepat dibandingkan dengan pinjaman lain. Dana hasil penerbitan MTN ini akan memperkuat kapasitas pembiayaan KAEF yang sedang melakukan ekspansi bisnis tahun ini.

DSNG Dapat Pinjaman Dari BBCA Rp870 Miliar


Emiten industri kelapa sawit dan kayu PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp870 miliar. Pada 9 Maret 2018 perseroan dan anak perusahaan telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan BBCA berupa kredit jangka panjang senilai Rp870 miliar. Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu maksimal 8 tahun. Dana digunakan untuk investasi perseroan dan anak usaha. Pada tahun ini DSNG berencana membangun PKS ke-8 berkapasitas 30 ton per jam di Kalimantan Barat. Total kapasitas produksi PKS perusahaan dapat mencapai 480 ton per jam.

BYAN Batalkan Rencana Penerbitan Obligasi USD600 Juta


PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membatalkan rencana penerbitan global bond senilai USD600 juta di Bursa Singapura. Perseroan telah mengevaluasi dan persyaratan penerbitan notes untuk pendanaan operasional. Manajemen membandingkan jika pendanaan melalui kas internal atau pinjaman bank. Sehingga perseroan tidak melanjutkan proses penerbitan notesmemilih melakukan pendanaan melalui kas internal dan atau pinjaman bank


Stock Pick

PTPP

Pada perdagangan kemarin saham PTPP kembali ditutup menguat di level 3030. Pergerakan saham PTPP selanjutnya diperkirakan pada kisaran 3000–3070. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 3070

ISAT

Pada perdagangan kemarin saham ISAT kembali ditutup menguat pada level 5650. ISAT selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 5600-5725.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 5725

TLKM


Pada perdagangan kemarin saham TLKM kembali ditutup menguat pada level 4200. TLKM selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 4150-4250.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 4250

WSKT


Pada perdagangan kemarin saham WSKT kembali ditutup menguat di level 2710. Pergerakan saham WSKT selanjutnya diperkirakan pada kisaran 2680–2740. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 2740

KLBF

Pada perdagangan kemarin saham KLBF kembali ditutup menguat pada level 1575. Pergerakan saham KLBF selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 1555-1595. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 1595

BBRI


Pada perdagangan kemarin saham BBRI kembali ditutup menguat pada level 3760. Pergerakan saham BBRI selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 3720-3800. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 3800

BBCA

Pada perdagangan kemarin saham BBCA kembali ditutup menguat pada level 23625. Pergerakan saham BBCA selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 23400-23900. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 23900


Disclaimer :


This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Sekuritas. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Sekuritas and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Sekuritas, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, comissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Sekuritas 2018
Published on 2018-03-13 07:57:54 (GMT +7)

Global Info Regional

Global Info Currency

Global Info Commodity

Links

INFO

PT. Waterfront Sekuritas Indonesia
Memberikan layanan atas transaksi
Repurchase Agreement (REPO)"