16 Mei

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa 15 Mei 2018 ditutup melemah 1,83% pada level 5838. Saham sektor keuangan menyumbangkan pelemahan terbesar. Investor asing net sell Rp1,162 triliun. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah dipicu oleh kenaikan yield obligasi pemerintah AS pada level tertinggi selama tujuh tahun terakhir pada level 3,07% akibat ekspektasi laju inflasi yang lebih tinggi dan kenaikan suku bunga The Fed sehingga mendorong kenaikan dollar AS pada level tertinggi tahun ini. Kenaikan yield obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun ini didorong oleh data penjualan ritel yang kuat sehingga memicu kekhawatiran meningkatnya laju inflasi AS tahun ini yang berpotensi akan membuat The Fed menaikkan suku bunga lebih banyak dari perkiraan. Data penjualan ritel AS pada bulan April meningkat 0,3%, sesuai dengan estimasi. Penjualan ritel diluar otomotif juga mengalami kenaikan sebesar 0,3%. Menambah sentimen negatif adalah kekhawatiran pasar bahwa negosiasi perdagangan antara AS dan China tidak akan menghasilkan kesepakatan yang diharapkan. Penguatan dollar AS mendorong koreksi harga emas pada level di bawah USD1300 per troy once untuk pertama kalinya sejak Desember 2017. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak menguat. IHSG bergerak dikisaran level 5726 - 5885

News & Analysis

Kisaran Kupon Obligasi BBCA Pada 7,5%-8,75%


Guna memperkuat struktur permodalan dan penghimpunan jangka panjang, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memutuskan untuk menerbitkan obligasi subordinasi dengan tingkat kupon berkisar 7,5%-8,75%. Perseroan menerbitkan Obligasi Subordinasi Tahap I sebanyak-banyaknya Rp500 miliar. Penerbitan obligasi ini akan menambah alternatif investasi dari instrumen keuangan yang diterbitkan BBCA. Obligasi subordinasi ini memiliki tiga tenor, yakni Seri A berjangka waktu tujuh tahun, Seri B bertenor sepuluh tahun dan Seri C bertenor 12 tahun. Kupon Seri A sekitar 7,5%-8,25%, Seri B 7,75%-8,5% dan Seri C 8%-8,75%. BBCA menerbitkan obligasi subordinasi ini untuk memenuhi recovery plan dan untuk pemberian kredit.

Per April ADHI Bukukan Kontrak Baru Rp3,8 Triliun


PT Adhi Karya (Persero) Tbk berhasil memperoleh kontrak baru sebesar Rp3,8 triliun hingga bulan April 2018. Angka ini tumbuh 25,9% jika dibandingkan dengan perolehan kontrak baru di bulan Maret 2018 yang sebesar Rp3,0 triliun. Realisasi kontrak baru pada April ini, diantaranya adalah RSKIA Tahap II sebesar Rp279,5 miliar, serta Apartemen Cordova sebesar Rp164,0 miliar dan Novotel Bali sebesar Rp153,0 miliar melalui Adhi Persada Gedung. Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru di April 2018 ini di dominasi oleh lini bisnis Konstruksi & Energi sebesar 88,2%, dan Properti sebesar 9,5%.

PRIM Berencana Akuisisi 4 Rumah Sakit Tahun Ini


PT Royal Prima Tbk (PRIM) berencana untuk mengakuisisi 4 rumah sakit pada tahun ini. Dengan mengakuisisi rumah sakit maka hal tersebut akan berkontribusi langsung terhadap pendapatan perseroan. Adapun lokasi rumah sakit yang akan diakuisisi berada di Medan, Tebing Tinggi, Pekanbaru dan Tangerang. Dalam perencanaan akuisisi, akan ada rumah sakit umum dan dua rumah sakit spesialis. Adapun dua rumah sakit spesialis yang akan diakuisisi adalah rumah sakit mata dan rumah sakit gigi. Alasan mengakuisisi rumah sakit mata adalah jam operasi yang lebih singkat dan tingginya raihan pendapatan dari per operasi.

MTRA Berencana Terbitkan MTN Rp200 Miliar


RUPST PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA) menyepakati untuk tidak membagi dividen tahun buku 2017. Selanjutnya seluruh dana dari laba bersih tahun buku 2017 yang tercatat sebesar Rp10,006 miliar akan dicatatkan sebagai laba ditahan. Seluruh laba bersih tahun 2017 akan dicatatkan sebagai laba ditahan dan akan digunakan untuk mendukung laju ekspansi dalam penyelesaian kontrak yang di dapat perseroan. Dalam RUPSLB menyetujui penerbitan MTN (Medium Term Note) senilai Rp200 miliar. Sementara itu, penerbitan surat utang tersebut tengah menunggu peringkat efek dari Pefindo. Dana hasil penerbitan MTN tersebut akan digunakan untuk penyelesaian kontrak perseroan.

Anak Usaha WSKT Dirikan Perusahaan Patungan

Anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yakni Waskita Karya Realty (WKR) telah mendirikan perusahaan baru dengan nama PT Waskita Modern Realty di kabupaten Bekasi, Jawa Barat dengan modal dasar 400 saham setara Rp400 juta dan modal ditempatkan 100 saham atau Rp100 juta. WKR memiliki 60 saham atau Rp60 juta yang setara dengan 60% saham perusahaan baru tersebut. Sedangkan sisanya dimiliki PT Bagasari Inti Pratama sebanyak 40 saham atau Rp40 juta setara dengan 40%. Dampak dari pendirian PT Waskita Modern Realti akan memberikan tambahan pendapatan dan laba kepada perseroan sebagai pemegang saham mayoritas WKR.

ANJT Prediksi Permintaan CPO Naik 10% Pada Bulan Puasa


PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) memprediksi permintaan minyak sawit mentah (CPO) perseroan dapat meningkat sebesar 10% selama Ramadan tahun ini. Secara siklus tahunan permintaan minyak sawit mengalami kenaikan saat Ramadan, karena kebutuhan rumah tangga yang juga meningkat. Perseroan memasarkan 80% produksi CPO di pasar lokal


Stock Pick

ADRO

Pada perdagangan kemarin saham ADRO kembali ditutup menguat pada level 1715. ADRO selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 1700-1735.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 1735

HRUM

Pada perdagangan kemarin saham HRUM ditutup pada level 2470. HRUM selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 2440-2500
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 2500

AKRA

Pada perdagangan kemarin saham AKRA kembali ditutup pada 4750. AKRA selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 4700-4825.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 4825

BBTN

Pada perdagangan kemarin saham BBTN ditutup pada level 2940. BBTN selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 2900-2970.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 2970

SCMA


Pada perdagangan kemarin saham SCMA kembali ditutup pada level 2400. SCMA selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 2360-2430.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 2430

INDF


Pada perdagangan kemarin saham INDF kembali ditutup pada level 6475. INDF selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 6400-6550.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 6550



Disclaimer :

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Sekuritas. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Sekuritas and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Sekuritas, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, comissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Sekuritas 2018 
Published on 2018-05-16 07:57:39 (GMT +7)

Global Info Regional

Global Info Currency

Global Info Commodity

Links

INFO

PT. Waterfront Sekuritas Indonesia
Memberikan layanan atas transaksi
Repurchase Agreement (REPO)"