20 Sept

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 19 September 2019 ditutup melemah 0,51% pada level 6244. Sektor perkebunan mencatatkan koreksi terbesar. Investor asing net sell Rp596,52 miliar. Indeks bursa Wall Street ditutup mix cenderung stagnan, ditengah penguatan saham Microsoft dan koreksi pada saham Apple. Sehari sebelumnya The Fed seperti yang diekspektasikan telah menurunkan suku bunga sebesar 0,25% menjadi 1,75%-2%. Ini merupakan penurunan suku bunga kedua kalinya pada tahun ini oleh The Fed. Harapan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga lagi pada pertemuan Oktober nanti juga menjadi faktor positif bagi pasar. The Fed menyatakan penurunan suku bunga selanjutnya akan tergantung pada data ekonomi. Pasar juga optimis terhadap negosiasi dagang antara AS dan China yang dijadwalkan pada awal Oktober ini, meskipun kesepakatan yang akan diperoleh kemungkinan hanya kesepakatan minor. Sementara itu dari domestik, pada RDG BI bulan ini kembali menurunkan suku bunga sebesar 0,25% menjadi 5,25%, ini merupakan penurunan suku bunga ketiga kalinya dalam tahun ini bagi BI. Selain itu BI juga memberikan insentif seperti relaksasi LTV untuk kredit kepemilikan properti dan kendaraan bermotor. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan akan bergerak mixed. IHSG bergerak pada kisaran level 6180 - 6320


News & Analysis


Fitch Menaikkan Peringkat FREN Menjadi CCC+

Fitch Ratings Indonesia telah menaikkan Peringkat Nasional Jangka Panjang PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) ke 'CCC+(idn)' dari 'CCC(idn)'. Kenaikan peringkat mencerminkan ekspektasi Fitch bahwa FREN akan tetap mempertahankan interest coverage di 1,0-1,5x dalam jangka menengah, didukung oleh peningkatan profitabilitas yang kuat. Namun, profil kredit FREN tetap dibatasi oleh arus kas yang masih lemah, yang menyebabkan ketidakmampuan untuk membiayai operasinya tanpa pendanaan eksternal yang bersifat ekuitas.

MTLA Telah Gunakan Capex Sebesar Rp259 Miliar

PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) akan menyerap sisa anggaran belanja modal sebesar Rp441 miliar sampai Desember 2019. MTLA telah menggunakan belanja modal sebesar Rp259 miliar dari total anggaran sejumlah Rp700 miliar. Sisa belanja modal akan digunakan untuk mengakuisisi lahan di Kertajati, Majalengka. Perseroan berencana memperluas landbankKertajati menjadi lebih dari 200 hektare (ha), yang merupakan luas cadangan lahan eksisting MTLA di kawasan itu. Pada semester I/2019, dana yang dikeluarkan untuk pos tersebut baru Rp5,5 miliar.luar Kertajati, perseroan memiliki landbank seluas 600 ha. Sehingga total cadangan lahan MTLA mencapai 800 ha.

Fitch Tetapkan Peringkat A– Untuk BULL

Fitch Ratings memberikan peringkat nasional jangka panjang A-(idn) dan outlook stabil untukPT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) yang mencerminkan posisi perseroan yang solid dalam industri perkapalan. Posisi perusahaan yang solid didukung oleh peraturan cabotage, hubungan yang kuat dengan pelanggannya yang salah satunya adalah PT Pertamina (Persero), dan proporsi kontrak time-charter yang besar. Peringkat nasional di kategori A menunjukkan ekspektasi akan risiko gagal bayar yang relatif rendah terhadap emiten atau surat utang lainnya di Indonesia.

GGRP Akan Bekerja Sama Dengan Perusahaan Baja Dari China

PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) akan bekerja sama dengan perusahaan baja dari China. Perseroan telah melakukan pembicaraan dengan perusahaan baja terbesar dari China. Penandatanganan kerja sama dijadwalkan pada Oktober 2019 dan kemitraan diperkirakan berjalan efektif pada 2020. Ada tujuh proyek dalam pipeline produsen lembaran baja itu yang akan digarap dalam kerja sama ini. Investasi untuk sejumlah proyek itu mencakup mesin senilai 220 juta euro dan konten lokal senilai USD450 juta, sehingga total nilai proyek mencapai sekitar Rp9,76 triliun.

Cucu Usaha BRPT Mendapat Investor Baru

PT Sumber Graha Maluku, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kayu lapis dan juga cucu usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT), mendapatkan investor baru. BRPT melalui anak usahanya PT Barito Wanabinar Indonesia (BWI) telah menandatangani perjanjian penyetoran saham dan perjanjian pemegang saham dengan PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) pada 16 September 2019. SGM merupakan entitas anak BWI dengan kepemilikan 99% saham. Sementara itu, SGS merupakan merupakan salah satu entitas anak dari Samko Timber Limited (Singapura) yang bergerak di bidang pengolahan kayu lapis.

DOID Targetkan Overburden Removal 113 juta bcm Hingga Akhir Tahun Ini

PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID), akan mengejar sisa target pengupasan lapisan tanah sebesar 113 juta bank cubic meter (bcm) hingga akhir tahun ini. Perseroan menjalankan usaha itu melalui entitas anak yakni PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA). Per Agustus 2019, BUMA telah mencatat pengupasan lapisan tanah atau overburden removal sebesar 267,3 juta bcm. Jumlah itu lebih tinggi 10% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang sekitar 240,57 juta bcm. Produksi batu bara tumbuh 25% dari periode yang sama tahun lalu, yakni sebanyak 25,12 juta ton. Perseroan sedang dalam target untuk dapat mengupas lapisan tanah sebesar 380 juta–420 juta ton bcm


Stock Pick

CLEO

Pada perdagangan kemarin saham CLEO ditutup menguat pada level harga 575. CLEO selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 565-585. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 585

BDMN

Pada perdagangan kemarin saham BDMN ditutup menguat dilevel harga 4750. BDMN selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 4700-4800. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 4810

KLBF

Pada perdagangan kemarin saham KLBF ditutup menguat pada level 1680. KLBF selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 1660-1700. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 1710

BBCA

Pada perdagangan kemarin saham BBCA ditutup menguat pada level harga 30150. BBCA selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 29800-30500. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 30550

BBRI

Pada perdagangan kemarin saham BBRI ditutup menguat pada level harga 4220. BBRI selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 4170-4270. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 4280

INTP

Pada perdagangan kemarin saham INTP menguat pada level harga 20900. INTP selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 20650-21150. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 21150



Disclaimer : ON ~Vyan/ Waterfront Sekuritas
Published on 2019-09-20 07:57:28 (GMT +7)

Global Info Regional

Global Info Currency

Global Info Commodity

Links

INFO

PT. Waterfront Sekuritas Indonesia
Memberikan layanan atas transaksi
Repurchase Agreement (REPO)"
PT. Waterfront Sekuritas Indonesia Terdaftar dan Diawasi Oleh





INFO TERBARU
Mulai 26 november 2018 , Penyelesaian transaksi bursa di pasar reguler menjadi 2 hari bursa (T+2)