21 Des

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 20 Desember 2018 ditutup melemah 0,46% pada level 6147. Sektor industri dasar mengalami pelemahan terbesar. Investor asing net sell Rp450,66 miliar. Indeks di bursa Wall Street kembali ditutup melemah ditengah sentimen negatif dari rencana kebijakan moneter The Fed serta potensi adanya government shutdown AS. Indeks bergerak fluktuatif karena respon dari komentar The Fed sehari sebelumnya dan rencana The Fed untuk tetap menyeimbangkan neracanya dengan mengurangi kepemilikan surat berharganya. Namun kemudian indeks melemah tajam setelah Trump kembali menekankan keinginannya akan adanya anggaran untuk pembuatan tembok di perbatasan AS-Meksiko dalam anggaran AS sebesar USD 5 miliar. Trump menyatakan tidak akan menandatangani anggaran sementara yang telah disepakati oleh Partai Republik dan Demokrat jika tidak memasukkan pos anggaran untuk pembangunan tembok tersebut. Saham sektor teknologi mengalami koreksi terbesar. Dollar AS melemah karena indikasi berkurangnya kenaikan suku bunga The Fed tahun depan. Harga minyak mentah kembali melemah. Sementara itu Bank of Japan diindikasikan tidak akan menerapkan stimulus baru. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG akan bergerak dikisaran level 6060 - 6220

News & Analysis

STTP Akan Perluas Jaringan Ekspor

Untuk meningkatkan kinerja, PT Siantar Top Tbk (STTP) tahun 2019 akan memperluas jaringan pasar ekspor. Diharapkan, pengembangan pasar ekspor ini akan meningkatkan penjualan tahun depan antara 20-30%. Potensi pasar ekspor untuk makanan ringan diluar negeri cukup besar terutama dikawasan Asia Pasifik, Timur Tengah dan Eropa. Tahun ini ekspor perseroan tumbuh 40%. Namun kontribusi ekspor terhadap total penjualan masih kecil hanya 10% saja. Selama ini perseroan telah mengekspor ke sejumlah negara di Asia Pasifik, Timur Tengah dan Australia seperti Korea, Jepang, Hongkong, Taiwan, Vietnam dan Thailand. Sementara di Timur Tengah meliputi beberapa negara seperti Arab Saudi, Jordania.

ASDM Tambah Modal Equity Life Rp2,8 Miliar

PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) melakukan penambahan investasi modal kepada PT Equity Life Indonesia (ELI) pada 18 Desember 2018. Penambahan investasi dilakukan sebanyak 2.800 saham nominal Rp1.000.000 atau total Rp2.800.000.000. Perseroan merupakan salah satu pemegang saham ELI dengan persentase sebanyak 17,47% dimana perseroan dan ELI dikendalikan oleh pihak yang sama yakni PT Equity Development Investment Tbk. Adapun tujuan dari penambahan investasi tersebut guna mempertahankan persentase kepemilikan perseroan agar tidak mengakibatkan dilusi kepemilikan. ELI menambah modal disetor denagn cara pengeluaran saham baru guna mendukung pengembangan produknya.

GEMS Akan Bagi Dividen Interim Rp37,03/saham


PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) akan membagikan dividen interim kedua untuk tahun buku 2018 sebesar Rp37,03 per lembar saham. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 28 Desember 2018 dan 2 Januari 2019 dan di pasar tunai 3 dan 4 Januari 2019. Pelaksanan pembagian dividen interim tahap kedua ini akan dilaksanakan pada 10 Januari 2018. Sebelumnya GEMS telah membagikan dividen interim tahap pertama sebesar Rp47,8 per lembar pada 31 Mei 2018 lalu.

TBIG Akan Tender Offer Wajib 51,9 Juta Saham GHON Pada Rp1350/saham

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan melakukan Penawaran Tender Wajib atas sebanyak-banyaknya 51.942.360 saham PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON). Jumlah tersebut mewakili 9,44% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor GHON per tanggal keterbukaan informasi Penawaran Tender Wajib ini dengan harga penawaran Rp1.350 per saham sehingga total nilai penawaran tender sebanyak-banyaknya Rp70.122.186.000. Periode penawaran tender dilakukan 21 Desember 2018 sampai 21 Januari 2019 dengan tanggal pembayaran 1 Februari 2019. PT Indo Premier Sekuritas menjadi perusahaan yang ditunjuk melaksanakan penawaran tender wajib ini.

Pasific Indocorpora Jual Sebagian Saham APIC

Salah satu pemegang saham PT Pacific Strategis Financial Tbk (APIC) yakni PT Pacific Indocorpora melepas sebagian kepemilikan sahamnya pada 18 Desember 2018. Pacific Indocorpora melepas sebanyak 150.000.000 lembar saham APIC di harga Rp530 per lembar atau total dana yang diraih mencapai Rp79.500.000.000. Tujuan transaksi tersebut adalah untuk trading. Sehingga kepemilikan PT Pacific Indocorpora di PT Pacific Strategic Financial Tbk berkurang menjadi 2.182.302.332 lembar saham atau 18,55% dari total saham APIC.

Blast Furnace Milik KRAS Akan Beroperasi


Fasilitas pengolahan bijih besi berupa Blast Furnace milik PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) dinyalakan, yang menjadi penanda bahwa pabrik yang pembangunannya dimulai sejak 2013 ini akan memulai proses produksi. Penggunaan batu bara ini juga akan meningkatkan fleksibilitas penggunaan energi serta mengurangi ketergantungan terhadap gas alam yang yang diproyeksikan akan terus mengalami kenaikan harga dan keterbatasan. Dengan beroperasinya pabrik Blast Furnace milik KRAS ini akan menambah fasilitas pengolahan di tahap hulu


Stock Pick

BBNI

Pada perdagangan kemarin saham BBNI ditutup menguat dilevel harga 8675. BBNI selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 8550-8875.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 8800

BBRI


Pada perdagangan kemarin saham BBRI ditutup menguat pada level harga 3650. BBRI selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 3600-3690
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 3700

INDF

Pada perdagangan kemarin saham INDF ditutup menguat pada level harga 7350. INDF selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 7250-7450.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 7500

KLBF

Pada perdagangan kemarin saham KLBF ditutup menguat pada level harga 1530. KLBF selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 1510-1545.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 1550

PTBA

Pada perdagangan kemarin saham PTBA ditutup menguat pada level harga 4270. PTBA selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 4420-4330.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 4340

SMGR

Pada perdagangan kemarin saham SMGR ditutup menguat pada level harga 11475. SMGR selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 11350-11600. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 11650



Disclaimer :

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Sekuritas. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Sekuritas and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Sekuritas, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, comissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Sekuritas 2018
Published on 2018-12-21 08:36:32 (GMT +7)

Global Info Regional

Global Info Currency

Global Info Commodity

Links

INFO

PT. Waterfront Sekuritas Indonesia
Memberikan layanan atas transaksi
Repurchase Agreement (REPO)"
PT. Waterfront Sekuritas Indonesia Terdaftar dan Diawasi Oleh





INFO TERBARU
Mulai 26 november 2018 , Penyelesaian transaksi bursa di pasar reguler menjadi 2 hari bursa (T+2)