25 Apr

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa 24 April 2018 ditutup melemah 1,25% pada level 6229. Sektor konsumer mengalami pelemahan terbesar. Investor asing net sell Rp 659,42 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat kenaikan yield obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun yang mencapai level di atas 3% untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir. Kenaikan yield obligasi ini antara lain dipicu oleh kecemasan akan melimpahnya penawaran obligasi pemerintah AS, meningkatnya laju inflasi serta meningkatnya bunga pinjaman The Fed. Kenaikan yield ini memicu kenaikan beban pinjaman bagi perusahaan-perusahaan. Selain itu kenaikan yield obligasi juga memicu para pengelola dana untuk mengalihkan portofolionya dari pasar saham ke obligasi dengan yield yang tinggi. Beberapa laporan keuangan emiten yang di bawah estimasi juga menambah sentimen negatif. Hingga saat ini sebanyak 24% emiten dalam indeks S&P500 telah merilis laporan keuangan dimana sebesar 77,1% melaporkan laba yang melebihi estimasi, di atas rata-rata sejak tahun 1994 yang sebesar 64%. Konsensus estimasi rata-rata pertumbuhan laba emiten indeks S&P500 dinaikkan menjadi 21,1%.consumer confidence naik pada 128,7 dari 127. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG bergerak dikisaran level 6180 - 6260

News & Analysis

Kuartal I Laba Bersih ACST Tumbuh 27,14%

PT Acset Indonusa Tbk (ACST) meraih laba setelah pajak yang didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp38,92 miliar hingga periode 31 Maret 2018 naik 27,14% dibandingkan laba Rp30,61 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan bersih naik menjadi Rp733,72 miliar dari pendapatan bersih Rp506,22 miliar dan beban pokok pendapatan naik menjadi Rp588,61 miliar dari Rp427,97 miliar tahun sebelumnya. Laba bruto naik menjadi Rp145,11 miliar dari Rp78,24 miliar. Laba sebelum pajak diraih Rp38,75 miliar naik dari Rp30,70 miliar.

Anak Usaha SMRU Dapat Kontrak Jasa Pertambangan


Anak usaha PT SMR Utama Tbk (SMRU) yakni PT Ricobana Abadi (RBA) telah menandatangani perjanjian jasa pertambangan pada 20 April 2018 dengan PT Gunung Bara utama (GBU). Perjanjian tersebut berdurasi selama lima tahun hingga 2023 dengan opsi perpanjangan. Selama jangka waktu kontrak, RBA diharapkan dapat memproduksi lebih dari 81 juta bcm untuk pengupasan lapisan tanah penutup dan 5 juta ton batubara. Dengan ditandatanganinya perjanjian tersebut, diharapkan akan memberikan dampak yang baik bagi kegiatan operasional perseroan dan positif terhadap kinerja keuangan.

Bank of Korea Berencana Akuisisi 71,68% Saham NAGA

Bank of Korea (IBK) berencana membeli saham PT Bank Mitraniaga Tbk (NAGA) sebanyak-banyaknya 1.167.710.000 saham milik Willy Yonathan dan Yep Harry Yonanta sehingga nantinya IBK akan memiliki 71,68% dari seluruh saham Bank Mitraniaga. Akuisisi ini merupakan bagian dari komitmen strategis IBK untuk berpartisipasi dalam membangun bank yang sehat dengan membeli saham mayoritas bank dan mendukung konsolidasi perbankan di Indonesia. IBK akan mempersiapkan sumber dana untuk melakukan proses akuisisi melalui dana kas internal yang telah disediakan sebelumnya. Perseroan akan menggelar RUPS pada 25 Mei 2018 untuk meminta persetujuan pemegang saham lainnya.

Kuartal I Laba Bersih UNVR Turun 6,17%


PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan penjualan bersih senilai Rp10,74 triliun sepanjang Januari-Maret 2018. Penjualan itu turun tipis 0,91% dibandingkan dengan raihan pada kuartal I/2017 yang mencapai Rp10,84 triliun. Penjualan bersih UNVR ini terdiri dari penjualan dalam negeri Rp10,13 triliun dan ekspor Rp609,76 miliar. Kedua lini penjualan itu turun pada kuartal I/2018. UNVR membukukan laba sebesar Rp1,84 triliun per akhir Maret 2018. Nilai tersebut lebih rendah 6,17% dari pencapaian pada kuartal I/2017 yang tercatat sebesar Rp1,96 triliun.

Anak Usaha MTDL Berencana Pindahkan Saham di My Icon Technology


Perusahaan dan entitas anak PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), PT Soltius Indonesia (SI) memiliki rencana untuk menjual 100% kepemilikan saham di PT My Icon Technology (MIT) kepada PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI) dan PT Synnex Metrodata Technology and Services (SMTS). SMI dan MIT telah menandatangani Conditional Shares and Purchases Agreement (CSPA) pada 21 April 2018. SMI, SMTS, MIT, dan SI adalah entitas anak yang dikendalikan baik secara langsung maupu tidak langsung oleh MTDL. Selain itu, SMTS akan membeli sebesar 0,003% saham MIT yang dimiliki oleh SI. MTDL memiliki 99,97% saham MIT.

Laba Bersih POWR Turun 16,67% Pada Kuartal I


PT Cikarang Listrindo Tbk. (POWR) membukukan pendapatan senilai USD141,23 juta pada kuartal I/2018, naik 1,89% yoy dari sebelumnya USD138,59 juta. Pendapatan perusahaan pada kuartal I/2018 mencapai USD141,23 juta, naik tipis dari sebelumnya USD138,59 juta. Penjualan neto dari kawasan industri pada Januari—Maret 2018 berkontribusi USD103,98 juta. Adapun, penjualan kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sejumlah USD37,24 juta. Laba periode berjalan turun 16,67% menjadi USD22,91 juta pada kuartal I/2018 dibandingkan USD27,49 juta pada kuartal I/2017

Stock Pick


PTBA

Pada perdagangan kemarin saham PTBA kembali ditutup menguat pada level 3350. PTBA selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 3320-3390.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 3390

LSIP

Pada perdagangan kemarin saham LSIP kembali ditutup menguat pada level 1320. LSIP selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 1300-1335.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 1335

BSDE


Pada perdagangan kemarin saham BSDE kembali ditutup menguat pada level 1820. BSDE selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 1805-1840.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 1840

ICBP

Pada perdagangan kemarin saham ICBP kembali ditutup menguat pada level 8350. ICBP selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 8250-8450.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 8450

BBTN

Pada perdagangan kemarin saham BBTN kembali ditutup menguat di level 3660. Pergerakan saham BBTN selanjutnya diperkirakan pada kisaran 3620–3700. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 3700

SCMA

Pada perdagangan kemarin saham SCMA kembali ditutup menguat pada level 2660. SCMA selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 2620-2690.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 2690

TLKM

Pada perdagangan kemarin saham TLKM kembali ditutup menguat pada level 3830. TLKM selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 3770-3870.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 3870


Disclaimer :


This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Sekuritas. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Sekuritas and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Sekuritas, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, comissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Sekuritas 2018 
Published on 2018-04-25 07:29:13 (GMT +7)

Global Info Regional

Global Info Currency

Global Info Commodity

Links

INFO

PT. Waterfront Sekuritas Indonesia
Memberikan layanan atas transaksi
Repurchase Agreement (REPO)"
PT. Waterfront Sekuritas Indonesia Terdaftar dan Diawasi Oleh





INFO TERBARU
Mulai 26 november 2018 , Penyelesaian transaksi bursa di pasar reguler menjadi 2 hari bursa (T+2)