26 Des

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat 21 Desember 2018 ditutup menguat 0,26% pada level 6163. Sektor konsumer mengalami penguatan terbesar. Investor asing net sell Rp830,30 miliar. Selama dua hari perdagangan pada Jumat dan Senin lalu, indeks di bursa Wall Street ditutup melemah signifikan akibat kombinasi dari sentimen negatif kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global, tidak tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan China, serta gejolak politik dalam negeri AS. Menambah sentimen negatif adalah komentar dari pemerintahan Trump yang tadinya diharapkan dapat menenangkan pasar namun justru menambah tekanan jual. Menteri Keuangan AS setelah melakukan pertemuan dengan para banker besar AS menyatakan tidak terjadi sesuatu yang luar biasa dengan pasar. Selain itu Trump menyatakan bahwa satu-satunya masalah bagi ekonomi AS adalah The Fed. Diberitakan oleh Bloomberg bahwa Trump mendiskusikan pemecatan chairman The Fed selama beberapa hari terakhir. Selain itu government shutdown diperkirakan dapat berlanjut hingga Januari 2019. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya S&P Case Shiller Home Price, FHFA housing price index, new home sales, consumer confidence dan pending home sales. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG akan bergerak dikisaran level 6060 - 6220

News & Analysis

DNAR Berencana Merger Dengan Bank Oke

PT Bank Dinar Indonesia Tbk (DNAR) berencana melakukan penggabungan (merger) dengan PT Bank Oke Indonesia dimana penggabungan ini akan mengakibatkan penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) para pemegang saham DNAR. Hal itu dikarenakan adanya peningkatan modal saham bank yang menerima penggabungan, besarnya penurunan persentase kepemilikan untuk pemegang sahma DNAR adalah 64,52%. Rancangan penggabungan ini belum dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan dan belum memperoleh persetujuan RUPSLB kedua bank peserta penggabungan dimana RUPSLB akan digelar pada 26 Februari 2019.

GJTL Tambah Penyertaan di Filamendo Sakti


PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) melakukan penambahan penyertaan pada entitas PT Filamendo Sakti (PTFS) yang 99% sahamnya dimiliki perseroan pada 20 Desember 2018. Kepemilikan perseroan semula sebesar 252.450.000 saham atau 99% setelah penambahan modal menjadi 1.190.450.000 saham atau 99,79%. Penambahan modal pada PTFS dengan tunai sebesar Rp938 miliar yang akan digunakan PTFS untuk melakukan pembayaran seluruh utang kepada perseroan. Sebagai pemegang 99% saham perseroan berkewajiban untuk mendukung pertumbuhan usaha PTFS melalui struktur permodalan yang sehat.

GIAA Proyeksikan Bukukan Kinerja Positif Akhir Tahun Ini


PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) memproyeksi dapat membukukan kinerja keuangan positif pada akhir 2018 sejalan dengan diterapkannya sejumlah strategi. Perseroan telah mengimplementasikan serangkaian strategi untuk mencapai keuntungan tahun ini. Langkah pertama yang ditempuh adalah melakukan efisiensi. GIAA juga melakukan restrukturisasi sewa pesawat. Kemudian, perseroan bekerja sama dengan pihak ketiga, khususnya untuk memaksimalkan saluran pemasaran. Perseroanmengoptimalkan skala 30 juta penumpang yang dimiliki oleh GIAA. Dari situ, perseroan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mendapatkan pemasukan dari periklanan.

OJK Setujui Rencana Merger BTPN dengan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) telah mendapatkan izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan proses penggabungan atau merger. Setelah mendapatkan persetujuan OJK, masih terdapat beberapa tahapan proses administrasi yang harus dilalui pada otoritas-otoritas terkait. Setelah semua tahap terlewati, bank hasil penggabungan dari BTPN dan SMBCI segera beroperasi sebagai bank baru. Bank hasil penggabungan akan beroperasi dengan nama Bank BTPN Tbk dan melayani segmen pasar yang lebih luas mulai dari mass market hingga korporasi.

Per Oktober YELO Bukukan Kenaikan Pendapatan 377%

PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) membukukan pendapatan Rp 19,65 miliar hingga Oktober 2018, meningkat 377% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 4,1 miliar. Tahun 2022 mendatang perseroan berencana dapat menjadi ekosistem on demand berbasis aplikasi yang menawarkan berbagai kebutuhan yang relevan bagi traveler. Perseroan memiliki rencana ekspansi bisnis ke lima negara di Asia Tenggara yaitu Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar dan Korea Selatan.

KMTR Beli 80% Saham Bintang Agung Persada

PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) melalui anak perusahaannya berencana melakukan pembelian 80% saham PT Bintang Agung Persada (BAP). Saham itu dibeli dari R1 Internasional dimana berdasarkan perkiraan penilaian dari 100% ekuitas BAP sekitar Rp300 miliar. Harga pembelian akan dipertimbangkan berdasarkan perkiraan nilai laporan penilaian yaitu sekitar Rp240 miliar. Tujuan transaksi ini guna memperkuat kemampuan perseroan dalam mengintegrasikan produk karet dan pengolahannya


Stock Pick

BBNI

Pada perdagangan kemarin saham BBNI ditutup menguat dilevel harga 8675. BBNI selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 8550-8875.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 8800

BBTN

Pada perdagangan kemarin saham BBTN ditutup menguat pada level harga 2580. BBTN selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 2550-2610
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 2620

INDF

Pada perdagangan kemarin saham INDF ditutup menguat pada level harga 7500. INDF selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 7400-7600.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 7700

KLBF

Pada perdagangan kemarin saham KLBF ditutup menguat pada level harga 1545. KLBF selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 1530-1560.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 1565

TLKM

Pada perdagangan kemarin saham TLKM ditutup menguat pada level harga 3760. TLKM selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 3710-3800.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 3810

SMGR

Pada perdagangan kemarin saham SMGR ditutup menguat pada level harga 11500. SMGR selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 11350-11650. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 11700


Disclaimer :

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Sekuritas. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Sekuritas and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Sekuritas, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, comissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Sekuritas 2018
Published on 2018-12-26 08:09:45 (GMT +7)

Global Info Regional

Global Info Currency

Global Info Commodity

Links

INFO

PT. Waterfront Sekuritas Indonesia
Memberikan layanan atas transaksi
Repurchase Agreement (REPO)"
PT. Waterfront Sekuritas Indonesia Terdaftar dan Diawasi Oleh





INFO TERBARU
Mulai 26 november 2018 , Penyelesaian transaksi bursa di pasar reguler menjadi 2 hari bursa (T+2)