28 Nov

 Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin 27 November 2017 ditutup melemah 0,04% pada level 6064. Sektor industri dasar mengalami koreksi terbesar. Investor asing net buy Rp 245,77 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup mix dalam kisaran sempit yang dipicu oleh kenaikan pada saham Amazon disaat terjadi pelemahan pada saham energi. Investor juga mencerna data ekonomi yang kuat yaitu data penjualan rumah baru bulan Oktober yang secara tidak terduga mengalami kenaikan level tertinggi selama 10 tahun terakhir yang dipicu oleh kenaikan permintaan di seluruh negara bagian. Pasar juga mencermati prospek dari reformasi pajak, dimana Partai Republik akan membawa RUU reformasi pajak tersebut pada voting di senat setelah hari Kamis. Pasar juga menantikan sidang di Komite Perbankan Senat AS pada hari Selasa ini untuk mengkonfirmasi pencalonan Jerome Powell menggantikan Janet Yellen sebagai Chairman The Fed. Saham sektor energi mengalami pelemahan terbesar akibat koreksi harga minyak dari level tertingginya selama dua tahun terakhir akibat kekhawatiran akan kembali melimpahnya suplay dan ketidakpastian bergabungnya Rusia dengan OPEC untuk memperpanjang pembatasan produksi minyak hingga kuartal III 2018. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG bergerak dikisaran level 6030 - 6100

News & Analysis

Hingga Oktober PTPP Bukukan Kontrak Baru Rp33,5 Triliun

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) membukukan kontrak baru sekitar Rp 33,5 triliun sampai dengan bulan Oktober 2017 ini. Sehingga pertumbuhan kontrak baru sebesar 27,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 26,3 triliun. Sampai dengan Oktober 2017, Perseroan berhasil mencapai kontrak baru sebesar 82,5% dari total target yang ditetapkan oleh perseroan sepanjang tahun ini, yaitu sebesar Rp 40,6 triliun. Pencapaian kontrak baru sebesar Rp 33,5 triliun tersebut terdiri dari kontrak baru induk perseroan sebesar Rp 27,6 triliun dan anak perusahaan sebesar Rp 5,9 triliun. Beberapa proyek yang berhasil diraih perseroan selama bulan Oktober, antara lain, Akavia Semarang sebesar Rp 253 miliar, Apartemen Darmo Hill Rp 262 miliar, dan lain-lain.

BSIM Akan Exercise Waran III Untuk Perkuat Modal

PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) berencana mengeksekusi waran seri III (BSIM-W3) guna meningkatkan permodalannya pada tahun depan. Namun perusahaan belum memberikan perincian berapa banyak dan kapan waktu tepatnya waran tersebut akan dieksekusi. Hingga saat ini perusahaan baru mengeksekusi sekitar 1% lebih dari total waran yang diterbitkan pada 13 Mei 2016 lalu sebanyak 4.357.066.178 waran. Harga waran III ini berada di level Rp 625, dapat diasumsikan jika seluruh atau sekitar 4,35 miliar waran tersebut di exercise maka total dana yang dihimpun akan sebesar Rp 2,72 triliun.

Pefindo Tegaskan Peringkat PTPP Pada idA+

Pefindo menegaskan kembali rating idA+ untuk PT PP Tbk (PTPP). Selain untuk perusahaan, peringkat tersebut juga berlaku untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2013 dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2015 senilai Rp 1 triliun. Outlook atas peringkat perusahaan konstruksi ini adalah stabil. Peringkat itu berlaku untuk periode November 2017 hingga November 2018. Rating tersebut menunjukan PTPP memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan dengan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. Tanda tambah plus mencerminkan peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan.

TRIS Menutup Merek dan Gerai Tidak Produktif

PT Trisula International Tbk (TRIS) mengalami penurunan pendapatan sebesar 19,4% hingga kuartal III 2017. TRIS juga tengah melakukan konsolidasi dengan berfokus pada produk yang memiliki permintaan yang cukup bagus. Perseroan melakukan penutupan merek yang belum berkontribusi secara signifikan terhadap total pendapatan perseroan. TRIS memiliki beberapa merek seperti Man Club, Jack Nicklaus, JOBB dan G2000. Perseroan saat ini menutup sementara penjualan produk Man Club karena kontribusi pendapatan yang dihasilkan tidak begitu besar.

Per Oktober NRCA Bukukan Kontrak Baru Rp2,26 Triliun

PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) membukukan kontrak baru sebesar Rp2,26 triliun hingga akhir Oktober 2017 atau sekitar 68,6% dari target Rp3,3 triliun sepanjang tahun ini. Kontrak tersebut berasal dari sejumlah proyek yang tersebar di berbagai daerah, diantaranya proyek Stasiun Cisauk Rp42,5 miliar, Sumber Sari Junction Rp82,3 miliar, Mason Pine Hotel Rp75 miliar, Synthesis Residence Rp365 miliar dan Rumah Sakit Mayapada Rp227 miliar. Pada tahun ini perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp2,9 triliun. Per September, pendapatan perseroan mencapai Rp1,5 triliun atau turun 22% yoy dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya Rp1,94 triliun.

BULL Telah Bukukan Kontrak USD100 Juta

PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) telah membukukan kontrak senilai USD100 juta hingga saat ini. Jumlah kapal yang dimiliki saat ini sebanyak 16 kapal. Adapun, tingkat utilisasi sudah mencapai 100%, dengan kontrak sebanyak 60% dari Pertamina. Sebanyak 90% kapal BULL yang beroperasi dalam posisi charter. Dia mengungkapkan, rata-rata kapal BULL disewa dengan tenor dua tahun. Pada akhir tahun ini, perseroan berencana untuk menambah satu kapal baru sesuai dengan kebutuhan. Sepanjang tahun ini, BULL telah berhasil menambah tiga kapal baru

Stock Pick


JSMR


Pada perdagangan kemarin saham JSMR kembali ditutup menguat di level 6475. Pergerakan saham JSMR selanjutnya diperkirakan pada kisaran 6400-6550. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 6550

ASII

Pada perdagangan kemarin saham ASII kembali ditutup menguat pada level 8525. Pergerakan ASII selanjutnya diperkirakan pada kisaran 8425-8625.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 8625

TLKM

Pada perdagangan kemarin saham TLKM menguat ditutup di 4300. Pergerakan saham TLKM selanjutnya diperkirakan pada kisaran 4250-4350.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak melewati level resisten 4350

BBTN

Pada perdagangan kemarin saham BBTN kembali ditutup menguat di level 3100. Pergerakan saham BBTN selanjutnya diperkirakan pada kisaran 3070-3140. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 3140

BBRI

Pada perdagangan kemarin saham BBRI kembali ditutup menguat pada level 3300. Pergerakan BBRI selanjutnya diperkirakan pada kisaran 3280-3340.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 3340

BBCA

Pada perdagangan kemarin saham BBCA menguat ditutup di 21300. Pergerakan saham BBCA selanjutnya diperkirakan pada kisaran 21100-21550.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak melewati level resisten 21550

Disclaimer :


This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Sekuritas. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Sekuritas and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Sekuritas, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, comissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Sekuritas 2017
Published on 2017-11-28 07:18:49 (GMT +7)

Global Info Regional

Global Info Currency

Global Info Commodity

Links

INFO

PT. Waterfront Sekuritas Indonesia
Memberikan layanan atas transaksi
Repurchase Agreement (REPO)"
PT. Waterfront Sekuritas Indonesia Terdaftar dan Diawasi Oleh





INFO TERBARU
Mulai 26 november 2018 , Penyelesaian transaksi bursa di pasar reguler menjadi 2 hari bursa (T+2)