Technical View

 Market Minggu ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada hari Kamis 30 November 2017 secara mingguan ditutup melemah pada level 5952.14 mengalami pelemahan sebanyak - 1.89% dari penutupan minggu lalu. Apabila diperhatikan dari penutupan harian, Kamis ini ditutup dengan pelemahan sebanyak - 109.23 poin dari penutupan hari sebelumnya yang menguat. Penutupan minggu kelima bulan November 2017 ini bergerak melemah dimana diawal perdagangan IHSG dibuka open low dilevel 6059.71 menguat hingga level 6073 tidak mampu melewati level tertinggi sepanjang sejarah yang baru, yang terbentuk pada penutupan pekan lalu, kemudian menjelang penutupan IHSG ditutup melemah cukup signifikan. Dihari pertama hingga ketiga terlihat indeks sideways dikisaran level 6036 - 6072 dan terjadi selama tiga hari dan pada hari keempat dipengunjung penutupan pekan, melewati level support tedekat di 6000, dimana pelemahan hanya terjadi dipengunjung pekan. Pasar pekan ini berlangsung hanya 4 hari dikarenakan ada libur nasional, melewati level support, kemudian indeks ditutup melemah cukup signifikan setelah pada pekan kemarin indeks mencetak level tertinggi sepanjang sejarah yang baru. Level tertinggi sepanjang sejarah sebelumnya terbentuk di tanggal 20 November lalu yaitu level 6098.75. Adalah merupakan hal yang wajar apabila Indeks telah mencetak level tertinggi baru, maka akan terkoreksi, dihari keempat terlihat indeks terkoreksi dan pada penutupan pekan IHSG ditutup di level 5952.14, setelah tidak berhasil melewati level tertinggi sebelumnya. Untuk pekan IHSG diperkirakan akan mixed to low dikarenakan terjadi pelemahan yang cukup signifikan pada penutupan pekan. Namun masih saja dapat terjadi penguatan moderat dihiasi koreksi tipis lanjutan hingga akhir pekan depan, setelah ada konsolidasi dari pelemahan yang cukup signifikan pada penutupan pekan ini, sebuah pergerakan yang wajar apabila melemah setelah mencetak level tertingi sepanjang sejarah yang baru nantinya. Pergerakan IHSG selama sepekan terjadi penguatan namun belum cukup kuat, dimana pelemahan terjadi di pengunjung akhir pekan, mendekati level bollinger bawah perlahan dan sepertinya pelemahan lanjutan koreksi setelah pencapaian level tertinggi baru sepanjang masa masih dapat terjadi. Terlihat level bollinger tengah indeks berada pada level 6036.54 menjadi acuan penguatan kembali jika minggu depan terlewati, namun dengan posisi seperti ini bisa jadi terjadi koreksi kembali dikarenakan Indeks sebelumnya telah membentuk level tertinggi sepanjang masa. Untuk pekan depan diperkirakan penguatan masih dapat terjadi namun IHSG akan rawan koreksi.

Level tertinggi yang dicapai indeks pekan ini berada pada level 6073.90, terbentuk dihari ketiga, jauh dibawah level tertinggi sepanjang sejarah IHSG yang baru yaitu level 6098.78 (terbentuk 20 November), dan pada akhirnya terkoreksi dipenutupan pekan. Untuk pekan depan apabila IHSG menguat, indeks akan mencoba melewati level resisten terdekat di level 6008, dihiasi dengan koreksi tipis. Level terendah yang dicapai pekan ini adalah level 5952.14 terbentuk di hari keempat yang juga merupakan level terendah pencapaian indeks sel;ama sepakan hingga penutupan. Untuk pekan depan, diperkirakan penguatan indeks dapat terjadi apabila menjauhi level bollinger bawah dan menjauhi level MA 100 di 5904.92, level MA 200 IHSG berada pada level 5746.71, dan Indeks bergerak menguat disertai dengan volume beli. Level bollinger tengah berada di level 6036.54, level MA 50 dan level MA 100 akan menjadi tolak ukur penguatan indeks untuk pekan depan. Secara teknikal jika level MA 100 tidak berhasil dijauhi maka akan terkoreksi kembali dan juga jika penguatan tidak diikuti dengan volume. Secara teknikal mid - term, IHSG mengindikasikan pola rebound dan akan terjadi koreksi jika level bollinger tidak membuka. Level Fibbonacci Retracement 23.6 % berada di pada level 5910.24, Level Fibbonacci Retracement 11.8% berada di pada level 5995.00. Level support terdekat IHSG pekan depan di level 5870, level bollinger bawah berada pada level 5973.72. Perdagangan berlangsung ramai namun secara fraksi masih terdapat kendala karena perubahan fraksi justru mendorong perubahan pola pergerakan di harga offer dan bid. Namun secara keseluruhan IHSG diperkirakan cukup menguat pergerakan nya tergantung volume. IHSG pekan ini bergerak diatas level MA 100 dan mendekati level bollinger atas, dan jika IHSG tidak bergerak melewati level bollinger maka level MA 100 akan menjadi level yang akan diraih saat terkoreksi. Pergerakan pekan depan juga sangat tergantung pada volume beli dan jual asing pada pekan depan. Oleh karena itu direkomendasikan untuk melakukan beli pada saham-saham bluechip dan second liner dengan memperhatikan level support masing-masing saham penggerak Indeks.

Selama satu pekan ini asing melakukan net sell sebesar - 8.95 T, dimana pekan sebelumnya terjadi net sell sebesar - 2.14 T. Total net buy sampai dengan bulan kesebelas tahun 2017 ini menjadi - 39.44 T. Sementara ditahun 2016 total net buy mencapai + 8.87 T, tahun 2015 total net sell mencapai - 27.53 T, tahun 2014 total net buy mencapai + 38.40 T, tahun 2013 total net sell mencapai - 20.60 T. Level support indeks dapat diperhatikan pada kisaran level 5874.44 - 5928.79. Apabila terjadi pelemahan yang cukup signifikan pada pekan depan disertai dengan volume, maka rekomendasikan untuk collective buy pada saham-saham bluechip yang dalam keadaan oversold secara teknikal. Selama sepekan kedepan diperkirakan terjadi pergerakan pembentukan pola secara teknikal dan kemudian apabila telah mencapai level support maka akan terjadi penguatan kembaili didukung saham - saham yang masih terjadi pembelian asing yaitu saham semen serta komoditi, perbankan, dan konsumer serta saham-saham second liner emiten dapat diperhatikan untuk dijadikan pilihan. (Octavianus Marbun)

Disclaimer :

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Sekuritas Indonesia. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Sekuritas Indonesia and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Sekuritas Indonesia, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Sekuritas Indonesia 2017
Published on 2017-11-30 19:50:45 (GMT +7)

Global Info Regional

Global Info Currency

Global Info Commodity

NAME LAST CHG %
Crude Oil 37.82 0.55 1.48
CPO 2480 -6 -0.24
Nickel 8610 50 0.58
Tins 14655 60 0.41
Gold 1063.55 -5.44 -0.51
US Coal Daily 43.33 -0.57 -1.3
 

Links

INFO

PT. Waterfront Sekuritas Indonesia Terdaftar dan Diawasi Oleh



Yuk
Nabung Saham