Weekly

Good Evening

Market Minggu ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada hari Kamis 13 April 2017 secara mingguan ditutup melemah pada level 5616.55 mengalami pelemahan sebanyak - 0.65 % dari penutupan minggu lalu. Apabila diperhatikan dari penutupan harian, Kamis ini ditutup dengan pelemahan sebanyak - 27.61 poin dari penutupan hari sebelumnya menguat. Penutupan minggu kedua bulan April 2017 ini bergerak melemah dimana diawal perdagangan IHSG dibuka open high di level 5662.07 kemudian setelah itu segera melemah hingga hari kedua dan dilanjutkan hingga ketiga hingga ke penutupan pekan. IHSG melanjutkan pelemahan setelah pekan lalu mencetak level tertinggi sepanjang masa dan level tertinggi sepanjang masa sebelumnya di level 5680.24 (terbentuk 06 April), perlahan dijauhi selama empat hari dipekan ini. Indeks pekan ini berlangsung hanya empat hari dikarenakan libur nasional dimana pergerakan IHSG selama sepekan melemah setelah mencetak level tertinggi sepanjang sejarah di level 5680.24, lalu pelemahan berlanjut pada penutupan pekan ditutup di level 5616. Dengan demikian terlihat level bollinger atas indeks dilevel 5707.54 menjadi acuan penguatan untuk mingu depan untuk dilewati, namun dengan posisi seperti ini bisa jadi terjadi koreksi kembali dikarenakan Indeks telah membentuk level tertinggi sepanjang masa. Diperkirakan pekan depan penguatan masih dapat terjadi namun IHSG akan rawan koreksi tipis, sebuah koreksi wajar dikarenakan IHSG telah membentuk level tertinggi sepanjang sejarah. Indeks telah berhasil menutupi level gap down kedua (level 5444-5380) dan juga melewati Level tertinggi sepanjang tahun 2016 di level 5491.40 (tanggal 9 November 2016), dan juga telah melewati level tertinggi sepanjang masa sebelumnya di tanggal 06 April 2017. Untuk pekan depan diperkirakan IHSG akan menguat moderat disertai koreksi tipis, dengan level resisten terdekat untuk pekan depan berada di level 5660, level support terdekat di 5580, serta perhatikan gap yang terlihat di pekan ini dan di pekan-pekan sebelumnya. Level koreksi wajar dengan maksimum berada di level 5450, indeks bergerak pada indikator bollinger band menandakan koreksi masih dapat terjadi. Apabla level tertinggi sepanjang sejarah tidak dilewati dan membentuk level tertinggi baru, maka IHSG akan terkoreksi tipis dimana penguatan jangka panjang akan dihiasi dengan koreksi wajar dan membentuk pola penguatan yang tidak terlalu cepat secara mid-term apabila ingin menguat

Berbeda dengan penutupan di bursa WallStreet ditutup mixed to low akibat investor merealisasikan keuntungannya setelah indeks pada triwulan I 2017 mengalami kenaikan terkuat sepanjang empat tahun terakhir. Reli indeks selama beberapa bulan terakhir dipicu oleh harapan akan adanya stimulus dari Presiden Trump terutama janji akan adanya pemangkasan pajak, kenaikan belanja infrastruktur dan pengurangan aturan, yang diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi AS lebih cepat dari perkiraan. Pasar mendapat sentimen positif dari pernyataan Presiden Trump yang menyatakan belanja infrastruktur AS dapat mencapai USD1 triliun dan pemerintahannya sedang bekerja untuk deregulasi perbankan. Penguatan pada saham sektor energi dan komoditas menyumbangkan kontribusi terbesar bagi penguatan indeks S&P500 disaat terjadi koreksi pada saham perbankan pada perdagangan sebelumnya. Kemudian pelemahan indeks dikarenakan adanya sinyal dari The Fed yang dapat mengubah kebijakan investasi global tahun ini. Sebelumnya indeks menguat yang dipicu oleh data ADP employment yang mengalami kenaikan. Selain itu kekhawatiran investor akan kemampuan Presiden Trump untuk melaksanakan janji kampanyenya terutama pemangkasan pajak semakin menguat setelah adanya komentar beberapa anggota legislatif yang mengalami perpecahan mendalam. Dalam minutes hasil pertemuan The Fed pada bulan lalu mayoritas pejabat The Fed berpikir The Fed harus mengambil langkah-langkah untuk mulai memangkas neraca senilai USD4,5 triliun tahun ini selama data ekonomi mendukung. Beberapa pejabat The Fed juga menyatakan harga saham saat ini sudah relatif mahal. Selain itu pasar akan mencermati komentar pejabat ECB, seta hasil pertemuan Presiden Trumph dengan Perdana Menteri China. Data personal income bulan Februari naik 0,4%, sama seperti bulan sebelumnya. Data personal spending tumbuh 0,1% dari bulan sebelumnya naik 0,2%, dan di bawah estimasi yang naik 0,2%. Indeks Chicago PMI bulan Maret naik pada level 57,7 dari 57,4, serta lebih tinggi dari estimasi yang berada pada level 55,8. Indeks Michigan Sentiment-final bulan Maret turun dilevel 96,9 dari 97,6. Data penjualan otomotif bulan Maret yang mengecewakan dan investor mempertanyakan kemampuan Trump untuk memenuhi janjinya memberikan stimulus yang pro pertumbuhan ekonomi. Penjualan otomotif bulan Maret tercatat 4,59 juta turun dari 4,67 juta. Indeks ISM manufaktur bulan Maret turun pada 57,2 dari 57,7. Construction spending naik 0,8%. Data factory orders AS bulan Februari naik 1% setelah bulan sebelumnya naik 1,5%. Sementara itu indeks bursa saham Eropa ditutup menguat ditopang oleh penguatan pada saham sektor energi dan sumber daya alam. Data ADP Employment bulan Maret menunjukkan kenaikan penyerapan tenaga kerja sektor swasta menjadi 263 ribu dari 245 ribu. Indeks ISM sektor jasa bulan Maret turun pada level 55,2 dari 57,6. Dat initial claims AS pada pekan lalu mengalami penurunan menjadi 234 ribu dari 259 ribu. Data nonfarm payrolls bulan Maret diperkirakan turun menjadi 180 ribu dari 235 ribu. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap pada level 4,7%. Pasar juga akan menantikan earning season Q1/2017 yang akan dimulai pekan depan 

Kembali ke Indonesia, Indeks bergerak melemah dimana diawal perdagangan IHSG dibuka open high di level 5662.07 kemudian setelah itu segera melemah hingga hari kedua dan dilanjutkan hingga ketiga hingga ke penutupan pekan. IHSG melanjutkan pelemahan setelah pekan lalu mencetak level tertinggi sepanjang masa dan level tertinggi sepanjang masa sebelumnya di level 5680.24 (terbentuk 06 April), perlahan dijauhi selama empat hari dipekan ini. Indeks pekan ini berlangsung hanya empat hari dikarenakan libur nasional dimana pergerakan IHSG selama sepekan melemah setelah mencetak level tertinggi sepanjang sejarah di level 5680.24, lalu pelemahan berlanjut pada penutupan pekan ditutup di level 5616. Dengan demikian terlihat level bollinger atas indeks dilevel 5707.54 menjadi acuan penguatan untuk mingu depan untuk dilewati, namun dengan posisi seperti ini bisa jadi terjadi koreksi kembali dikarenakan Indeks telah membentuk level tertinggi sepanjang masa. Diperkirakan pekan depan penguatan masih dapat terjadi namun IHSG akan rawan koreksi tipis, sebuah koreksi wajar dikarenakan IHSG telah membentuk level tertinggi sepanjang sejarah. Indeks telah berhasil menutupi level gap down kedua (level 5444-5380) dan juga melewati Level tertinggi sepanjang tahun 2016 di level 5491.40 (tanggal 9 November 2016), dan juga telah melewati level tertinggi sepanjang masa sebelumnya di tanggal 06 April 2017. Untuk pekan depan diperkirakan IHSG akan menguat moderat disertai koreksi tipis, dengan level resisten terdekat untuk pekan depan berada di level 5660, level support terdekat di 5580, serta perhatikan gap yang terlihat di pekan ini dan di pekan-pekan sebelumnya. Level koreksi wajar dengan maksimum berada di level 5450, indeks bergerak pada indikator bollinger band menandakan koreksi masih dapat terjadi. Apabla level tertinggi sepanjang sejarah tidak dilewati dan membentuk level tertinggi baru, maka IHSG akan terkoreksi tipis dimana penguatan jangka panjang akan dihiasi dengan koreksi wajar dan membentuk pola penguatan yang tidak terlalu cepat secara mid-term apabila ingin menguat. Level tertinggi yang dicapai IHSG pada pekan ini terbentuk pada hari pertama dilevel 5667.07 jauh melewati level gap down kedua (di level 5380 - 5444), melewati level tertinggi sepanjang tahun 2016 pada level 5491.40 (09 November 2016), dan melewati level tertinggi sepanjang masa sebelumnya di level 5680.24 (06 April 2017). Level Bollinger tengah berada pada level 5585.11, mengindikasikan bahwa level bollinger tersebut harus dijauhi jika indeks ingin kembali menguat untuk pekan depan. Level resisten terdekat pekan ini di 5660, dan untuk pekan depan apabila IHSG menguat, indeks akan mencoba melewati level resisten tersebut dihiasi dengan koreksi tipis. Level terendah yang dicapai pekan ini adalah level 5614.39 terbentuk di hari keempat dan juga merupakan level tolakan tipis IHSG sepekan. Untuk pekan depan, diperkirakan penguatan indeks dapat terjadi apabila menjauhi level bollinger bawah dan menjauhi level MA 100 di 5348.39, level MA 200 IHSG berada pada level 5324.87, dan Indeks bergerak menguat disertai dengan volume beli. Level bollinger tengah berada di level 5585.11, level MA 100 dan level MA 200 akan menjadi tolak ukur penguatan indeks untuk pekan depan. Secara teknikal jika level MA 100 tidak berhasil dijauhi maka akan terkoreksi kembali dan juga jika penguatan tidak diikuti dengan volume. Secara teknikal mid - term, IHSG mengindikasikan pola rebound dan akan terjadi koreksi jika level bollinger atas tidak membuka. Level Fibbonacci Retracement 23.6 % berada di pada level 5328.49, Level Fibbonacci Retracement 32.8% berada di pada level 5265.44. Level support terdekat IHSG pekan depan di level 5580, level bollinger bawah berada pada level 5462.68. Perdagangan berlangsung ramai namun secara fraksi masih terdapat kendala karena perubahan fraksi justru mendorong perubahan pola pergerakan di harga offer dan bid. Namun secara keseluruhan IHSG diperkirakan cukup menguat pergerakan nya tergantung volume. IHSG pekan ini bergerak diatas level MA 100 dan mendekati level bollinger atas, dan jika IHSG tidak bergerak melewati level bollinger maka level MA 100 akan menjadi level yang akan diraih saat terkoreksi. Pergerakan pekan depan juga sangat tergantung pada volume beli dan jual asing pada pekan depan. Oleh karena itu direkomendasikan untuk melakukan beli pada saham-saham bluechip dengan memperhatikan level support masing-masing saham penggerak Indeks

Selama satu pekan ini asing melakukan net buy sebesar + 3.54 T, dimana pekan sebelumnya terjadi net buy sebesar + 3.015 T. Total net sell sampai dengan bulan keempat tahun 2017 ini menjadi + 15.06 T. Sementara ditahun 2016 total net buy mencapai + 8.87 T, tahun 2015 total net sell mencapai - 27.53 T, tahun 2014 total net buy mencapai + 38.40 T, tahun 2013 total net sell mencapai - 20.60 T. Sepekan kemarin terjadi pembelian oleh asing yang dilakukan pada pasar nego seperti saham KPIG + 1.89 T, BHIT + 912M, BBCA + 233 M, TLKM + 50M, BMRI + 42M, serta nett sell disaham-saham SMMA - 344M, LPKR - 124M, BNGA - 70 M, MLBI - 28M, HMSP - 20M seiring pergerakan IHSG masih bergerak dibawah pada level MA 100 dan 200 nya. Seperti telah diprediksi sebelumnya, indeks pada penutupan pekan ini akan menguat jika berhasil melewati level resisten nya. Melihat penutupan hari ini jika pekan depan terjadi koreksi maka pergerakan indeks akan tetap menjauhi level bolingger tengah pada level 5585.11 dimana level tersebut berubah apabila besok indeks kembali naik lagi. Untuk pekan depan support line berada pada level (5396.75], kemudian Level support indeks dapat diperhatikan pada kisaran level 5555.37 - 5581.31 . Apabila terjadi pelemahan yang cukup signifikan pada pekan depan disertai dengan volume, maka rekomendasikan untuk collective buy pada saham-saham bluechip yang dalam keadaan oversold secara teknikal. Selama sepekan kedepan diperkirakan terjadi pergerakan pembentukan pola secara teknikal dan kemudian apabila telah mencapai level support maka akan terjadi penguatan kembaili didukung saham - saham yang masih terjadi pembelian asing yaitu saham semen serta komoditi, perbankan, dan konsumer serta saham-saham second liner emiten dapat diperhatikan untuk dijadikan pilihan
Published on 2017-04-13 20:01:16 (GMT +7)

Global Info Regional

Global Info Currency

Global Info Commodity

Links

INFO

PT. Waterfront Sekuritas Indonesia
Memberikan layanan atas transaksi
Repurchase Agreement (REPO)"
PT. Waterfront Sekuritas Indonesia Terdaftar dan Diawasi Oleh





INFO TERBARU
Mulai 26 november 2018 , Penyelesaian transaksi bursa di pasar reguler menjadi 2 hari bursa (T+2)